Amlapura (Antara Bali) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali membina dan mengembangkan klaster peternakan sapi dengan konsep "vila sapi" di Kabupaten Karangasem dimulai dari bantuan teknik budidaya hingga pemasaran.

"Keberadaan kelompok sapi binaan BI Provinsi Bali ini dapat lebih diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten Karangasem dan dapat memberikan motivasi bagi anggota kelompok sehingga dapat meningkatkan kontribusinya terhadap perekomonian setempat," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Dewi Setyowati usai meresmikan klaster sapi di Amlapura, Kabupaten Karangasem, Rabu.

Menurut dia, konsep vila sapi di Indonesia baru diterapkan di dua daerah yakni di Semarang, Jawa Tengah dan Karangasem.

Melalui bantuan dari program sosial abnk sentral itu tahun 2014, Kelompok Ternak Dukuh Sari di kabupaten setempat saat ini memiliki vila sapi seluas 46 meter persegi dengan daya tampung mencapai 100 ekor sapi.

Dari segi pemasaran, kelompok itu bisa menerapkan konsep pemasaran satu pintu melalui vila sapi dan dari sisi pengelolaan limbah, kelompok Dukuh Sari telah menerapkan konsep nol limbah dalam pengelolaan klaster sapi.

Pengembangan klaster sapi dalam rangka program ketahanan pangan ini diharapkan mampu meningkatkan populasi sapi di Provinsi Bali sehingga dapat mendorong ketersediaan sapi.

"Pada akhirnya dapat menciptakan kestabilan harga serta meningkatkan kesejahteraan peternak sapi di Kabupaten Karangasem," imbuh Dewi.

Dewi lebih lanjut menjelaskan bahwa daging sapi merupakan salah satu komoditas yang secara struktural menyumbang inflasi di Provinsi Bali selama tiga tahun terakhir, daging sapi telah 13 kali menyumbang inflasi sehingga perlu menjadi perhatian.

Sapi bali merupakan sapi asli Indonesia yang mempunyai ciri-cirinya khas yang berbeda dari bangsa sapi lainnya yaitu tidak berpunuk serta kaki bagian bawah dan daerah seputar pantatnya berwarna putih.

Keunggulan sapi bali sendiri memiliki efisiensi reproduksi yang tinggi, daging dan karkasnya berkualitas baik kisaran 57 persen, daya adaptasi terhadap lingkungan yang sangat baik dan mampu menggunakan sumber pakan yang terbatas.

Kabupaten Karangasem sendiri memiliki potensi besar di sektor peternakan, khususnya sapi.

Berdasarkan survei pada Tahun 2013, populasi sapi di Provinsi Bali paling banyak terdapat di Kabupaten Karangasem dengan jumlah mencapai 109.581 ekor. (DWA)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : Dewa Sudiarta Wiguna


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015