Amlapura (Antara Bali) - Rumah kediaman I Nengah Merta (38), seorang petani di Dusun Beluhu Kangin, Desa Tulamben, Kabupaten Karangasem, Bali, Jumat menjadi sasaran aksi pencurian saat ditinggal pemiliknya ke pasar.

Pencuri itu berhasil mengambil sejumlah uang dan perhiasan yang mengakibatkan korban mengalami kerugian Rp34 juta.

"Pelakunya belum berhasil ditemukan, kini kasusnya masih diselidiki petugas," kata Kepala Bagian Bina Mitra Polres Karangasem AKP I Wayan Wirata, di Amlapura, Jumat.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, kejadian itu timbul saat  korban bersama istrinya sekitar pukul 03.30 Wita pergi ke Pasar Rubaya.

Dikatakan, korban mengetahui kalau rumahnya menjadi sasaran aksi pencurian setiba pulang dari dari pasar sekitar pukul 08.00 Wita.

Korban mengetahuinya setelah anaknya yang bernama I Gede Jana (11) menceritakan peristiwa yang terjadi di tempat tinggalnya itu. Bocah tersebut memberitahukan bahwa kaca lemari di kamar orang tuanya pecah.

Mengetahui hal itu, kata Wirata, korban pun langsung mengecek ke dalam kamarnya. Setelah diperiksa ke dalam lemari, barang berharga milik istrinya berupa perhiasan pun raib dibawa pencuri.

"Berdasarkan keterangan yang disampaikan korban, barang berharga yang dibawa pencuri itu, terdiri dari kalung seharga Rp2,4 juta,  cincin emas senilai Rp500 ribu dan sepasang subeng seberat dua gram yang nilainya Rp600 ribu," ujarnya.

Selain perhiasan, katanya, uang tunai yang disimpan sebesar Rp30,5 juta pun raib.

Dijelaskan, oleh korban kejadian yang dialaminya dilaporkan ke Polsek Kubu. "Jajaran Polsek Kubu yang mendapatkan laporan, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara," ucapnya.

Menurut Wirata, diperkirakan maling memasuki rumah korban sekitar pukul 05.00 Wita, saat korban sedang tidak di rumah.

Diduga pelaku masuk melalui pintu depan yang tidak terkunci dan memanjat dinding rumah yang tidak menggunakan plafon, ujarnya.

"Karena saat itu hujan mengguyur menggakibatkan aksi si maling itu tidak terdengar, sehingga dengan leluasa melakukan aksinya," ujarnya.(*)

Pewarta:

Editor : Masuki


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010