Singaraja (Antara Bali) - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Buleleng, Bali AKBP Kurniadi bekerja sama dengan beberapa sekolah di daerah itu menyiapkan anak didik yang memiliki minat bergabung dengan institusi Polri.

"Mereka yang berminat melamar sebagai anggota Polri supaya mempersiapkan diri sejak di bangku sekolah, sehingga lebih matang dalam hal mental dan fisik," kata Kapolres AKBP Kurniadi dikonfirmasi di Singaraja, Kamis.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut juga sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Polri sejak dini, karena para siswa di sekolah diberikan beberapa materi sebagai syarat seleksi masuk Kepolisian.

Pihaknya membandingkan antara penerimaan anggota kepolisian dulu dan sekarang. �Kalau dulu siapa yang tahu apa saja tes yang mesti diikuti, tapi sekarang semua sudah tau tetapi siapa yang terlatih dia yang kemungkinan lulusnya tinggi,� ujar dia.

Lebih lanjut, ia memaparkan, kesehatan jasmani merupakan salah satu penilaian penting dalam perekrutan Polri, untuk mengemban tugas yang cukup berat diperlukan kondisi tubuh yang sehat.

Bukan hanya itu saja, tetapi dalam setiap tes perhitungan waktu sangatlah penting, siapa yang memiliki intensitas waktu paling kecil memiliki kebugaran dan kesehatan yang baik.

Ia mencontohkan salah satu tes yakni lari. �Kemampuan lari tidak hanya sekedar kuat lari tetapi rentang waktunya dihitung, semakin cepat waktunya maka semakin bagus. Nanti pada saat tes dalam waktu sekian menit berapa kali bisa berlari, ini yang harus diperbaiki,� kata dia.

Kurniadi melanjutkan, Bagian Sumber Daya Manusia Polres Buleleng sebenarnya sudah memiliki program sosialisasi dan pelatihan kepada calon pelamar Polri, dilaksanakan -3 bulan sebelum perekrutan.

Namun menurut dia, hal itu perlu ditingkatkan intensitasnya sehingga pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan yang dilaksanakan dapat mempersiapkan siswa jauh-jauh hari sebelum perekrutan.(APP)

Pewarta:

Editor : Adi Purnama Putra


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015