Denpasar (Antara Bali) - Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Wayan Gunawan mengatakan objek wisata bersejarah kini semakin banyak dikunjungi kalangan wisatawan nusantara dan asing.

"Wisatawan asing yang menggunakan kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Benoa juga tertarik berkunjung ke objek wisata bersejarah di Kota Denpasar," katanya di Denpasar, Selasa.

Objek-objek yang dikunjungi itu antara lain Museum Bali, Pura Jagatnatha, Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. Wisatawan itu menyebar memadati setiap sudut yang berada di tempat wisata tersebut.

Wayan Gunawan mengatakan sejak diluncurkan objek wisata bersejarah itu pada akhir Maret lalu, kunjungan wisatawan terus meningkat, karena didukung promosi dari media dan biro perjalanan wisata.

Ia mengatakan pada kunjungan Minggu (3/5), tercatat dari 425 wisatawan mancanegara yang berkebangsaan Amerika datang ke Bali dengan kapal pesiar, mereka menyebar di seluruh Bali, dan 80 orang di antaranya mengunjungi kawasan obyek wisata Denpasar.

Mereka antusias lebih mengenal objek yang mereka kunjungi dengan mengabadikan melalui foto dan mencari tahu tentang filosofi kebudayaan Bali.

Gunawan lebih lanjut mengatakan dari sembilan kawasan wisata sejarah, para wisatawan paling banyak menghabiskan waktu di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari.

Sedangkan untuk objek lainnya para wisatawan hanya mempunyai waktu 30 menit untuk berkunjung ke tempat wisata, karena waktu itu sekitar pukul 16.00 Wita mereka sudah harus tiba kembali di Pelabuhan Benoa untuk beristirahat di kapal dan selanjutnya melanjutkan perjalanannya.

Gunawan berharap ke depannya agar wisatawan yang berlayar menggunakan kapal pesiar dapat mengunjungi dapat kembali mengunjungi obyek wisata sejarah itu.

"Paket city tour agar dikemas sedemikian rupa. Agar lebih meningkatkan kunjungan wisatawan ke objek-objek wisata budaya yang sudah disediakan. Sekaligus untuk membuka peluang ekonomi dan peningkatan kualitas infrastruktur bagi masyarakat sekitar," katanya.

Disamping juga memberikan informasi kepada masyarakat di sekitar objek wisata agar dapat memanfaatkan dan menangkap peluang bisnis, khususnya peluang ekonomi.

"Kami berharap masyarakat ikut menciptakan keamanan dan ketertiban serta kebersihan di lingkungan destinasi pariwisata, sehingga wisata merasakan kenyaman di objek wisata dikunjungi," katanya. (WDY)

Pewarta: Oleh I Komang Suparta

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015