Denpasar (Antara Bali) - Akademisi dari Universitas Udayana Denpasar Dr Ir Made Sudarma mendorong pengelola hotel melakukan penghijauan di kawasan hulu untuk menjaga ketersediaan air di Bali.

"Perkembangan fasilitas pariwisata, seperti berdirinya hotel dan vila harus memikirkan juga ketersediaan sumber air. Tidak saja melihat banyaknya bangunan hotel, tapi pihak perusahaan hotel agar memperhatikan lingkungan yang ada di hulu," katanya pada acara "gathering media dengan perusahaan Aqua" di Denpasar, Kamis.

Ia melihat pihak perusahaan hotel selama ini memang mengandalkan air pasokan dari PDAM atau membuat sumur bor dengan memanfaatkan air bawah tanah. Tetapi mereka harus mengingat bahwa air itu mengalir karena adanya resapan dari hutan di hulu.

"Oleh karena itu, kami harapkan pemerintah membuat aturan bagi pengusaha untuk memanfaatkan air, maka wajib memiliki kawasan binaan atau lahan yang ditanami pepohonan di hulu," kata staf pengajar Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Unud.

Ia menganggap kepedulian pengelola hotel terhadap lingkungan di kawasan hulu sangat kecil dibandingkan dengan keuntungan yang mereka peroleh selama ini.

"Mereka hanya menghitung biaya ketika pengambilan air dan pengolahannya untuk bisa didistribusikan kepada pelanggan. Tapi mereka sangat sedikit sekali memikirkan dampak yang diakibatkan jika kondisi lingkungan di hulu rusak,," ujarnya.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota harus berani mengingatkan mereka.

"Mareka harus berpikir keberadaan air tidak hanya sekarang, karena daerah resapan di hulu (kawasan hutan) masih baik. Bagaimana kalau di hulu kondisi hutan mulai rusak, apakah bisa mendapatkan air dari daerah lain atau mengolah air laut," ucapnya.

Sudarma memberikan masukan kepada pemerintah daerah sebelum terjadi krisis air, maka pemerintah harus ada ketegasan kepada perusahaan yang bergerak memanfaatkan air, seperti PDAM, perusahaan air kemasan dan hotel-hotel untuk wajib memiliki kawasan binaan di hulu terkait pelestarian alam.

"Selama ini secara serimonial pengusahaan pemanfaat air, hotel dan lainnya semua mengaku peduli dengan lingkungan dengan gerakan menanam pohon di hulu maupun di hilir. Tapi bagaimana hasil monitoringnya, apakah tanaman yang ditanam sudah dipelihara atau seberapa pohon yang sudah hidup? Hal ini yang saya belum lihat secara nyata," kata Sudarma. (WDY)

Pewarta: Oleh I Komang Suparta

Editor : I Komang Suparta


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015