Denpasar (Antara Bali) - Perajin kipas tangan Wiracana di Kota Denpasar, Bali, siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 dengan membentuk museum di lokasi strategis di Pulau Dewata.

"Sampai saat ini belum ada museum kipas sehingga kami berinisiatif membuat museum yang akan menjadi langkah strategis kami memasarkan produksi sejak awal berdirinya kerajinan kipas ini," kata pemilik industri perajin kipas Wiracana Wayan Wiraperdhana saat ditemui di Denpasar, Jumat.

Menurut dia, dalam museum itu nantinya akan memamerkan 50 kipas tangan karya terbaik sejak awal berdiri industri kreatif tersebut.

Selain itu, pihaknya juga akan tetap mempertahankan produknya dengan melakukan berbagai inovasi untuk bisa menarik minat para pengunjung di Pulau Dewata.

Pangsa pasar yang dimilikinya saat ini sudah menyebar di beberapa negara seperti Spanyol, Australia, dan Amerika Serikat.

Meski sudah berhasil menggaet pangsa pasar di luar negeri, permintaan terbesar masih berada di dalam negeri karena tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap penampilan.

Pihaknya akan terus melakukan berbagai inovasi untuk mampu menarik minat para wisatawan membeli produknya tanpa menghilangkan ciri khas yang telah dimilikinya.

Terkait dengan kemajuan dan perkembangan indutrinya kreatif itu sampai saat ini belum ada peran serta dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Wayan Wiraperdhana bersama saudaranya berjuang sendiri sejak awal hingga besar seperti saat ini.

Bahkan sejumlah kegaiatan besar telah diikutinya seperti Konfrensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC), World Trade Organization (WTO), Miss World, dan sejumlah kegiatan besar lainnya.

Dengan keikutsertaannya tersebut dalam berbagai jenis kegiatan internasional, pihaknya sangat optimistis mampu besaing di dunia global dan memperluas jaringannya tanpa menghilangkan ciri khas yang tetap dipertahankan sejak dulu. (WDY)

Pewarta: Oleh Wira Suryantala

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014