Denpasar (Antara Bali) - Ketua Lembaga Lentera Anak Bangsa (LLAB) Provinsi Bali dr Anak Ayu Sriwahyuni SpKJ mendorong perawat kesehatan turut membantu menangani kekerasan pada anak mencegah trauma psikologis.

"Dalam memberikan perawatan kepada anak korban kekerasan di rumah sakit, perawatlah sebagai ujung tombak," ujarnya dalam seminar memperingati Hari Perawat Internasional di RSUP Sanglah, Denpasar, Senin.

Ia menganggap peran perawat dalam melakukan tindakan keperawatan di rumah sakit mampu mengurangi trauma saat merawat luka yang diakibatkan oleh kekerasan dari orang tua maupun orang terdekatnya.

"Apabila ada pasien anak berobat di RSUP Sanglah akibat kekerasan, perawat harus terlebih dahulu menangani luka fisik dan kemudian mengurangi trauma akibat kekerasan melalui pendekatan," ujarnya.

Selain itu, peran serta perawat dapat sebagai pembela atau advokasi juga dapat melindungi anak sehingga membantu pihak kepolisian dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak.

"Tanda-tanda yang disebabkan akibat cubitan, goresan, dan bekas pukulan agar segerah dilaporkan ke KPAI Bali maupun lembaga-lembaga pemerhati anak serta kepolisian," ujarnya.

Peran serta perawat dalam menyikapi hal tersebut, lanjut dia, sudah sangat membantu pihak-pihak terkait dalam menangani masalah tersebut sehingga dapat mengurangi kekerasan yang terjadi pada anak.

Hal senada dikemukakan Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali Retno IG Kusuma bahwa peran serta perawat sangat penting dalam menjaga mental dan mencegah trauma pada anak saat melakukan perawatan di rumah sakit.

"Perawat juga mampu sebagai pembela dalam hal ini. Bukan hanya menerima pasien anak dam melakukan perawatan pada lukanya saja," ujarnya.

Ia menuturkan bahwa kekerasan pada anak dapat terjadi di mana saja, baik di dalam ruang publik, lingkungan keluarga, maupun tempat terbuka.

"Ada juga anak yang takut melihat toilet karena mungkin terjadi kekerasan di tempat tersebut sehingga menimbulkan trauma mendalam," ujarnya.

Ia mengimbau kepada perawat dan masyarakat yang melihat kekerasan pada anak agar segera melaporkan kepada polisi atau lembaga-lembaga terkait lainnya. "Hal ini dapat mencegah kekerasan pada anak," ujarnya menambahkan. (M038)

Pewarta: Oleh I Made Surya

Editor : M. Irfan Ilmie


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014