Denpasar (Antara Bali) - Delegasi Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) hingga saat ini belum banyak menikmati hidangan di restoran asing di kawasan Nusa Dua, Bali.

"Kalau saya amati belum banyak delegasi atau peserta KTT APEC yang menikmati hidangan di restoran asing di luas kawasan tempat diselenggarakannya konferensi tersebut," kata pemilik restoran "Queen`s Indian Cuisene Worldwide" Neeta Shamdasani Malhotra di Kuta, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya mengamati belum banyak para delegasi yang datang dari berbagai penjuru dunia itu mencicipi hidangan diluar acara itu.

"Meski berlangsung KTT APEC di Bali, saya rasakan tidak berpengaruh juga terhadap omset restoran yang dikelolanya," kata dia.

Ia berharap mudah-mudahan pada hari berikutnya para delegasi bisa diarahkan oleh tim panitia untuk menikmati hidangan di luar lokasi kegiatan. Sehingga pemilik warung dan restoran bisa meraih sedikit rezeki dari kegiatan internasional tersebut.

Neeta Malhotra mengatakan restoran yang tersebar di empat lokasi, yaitu Tanjung Benoa (Nusa Dua), Kuta, Seminyak dan Ubud (Gianyar) menyediakan menu spesial asal India.

"Namun soal selera bisa menyesuaikan dengan konsumen, namun menu tersebut masih khas asal India," ujarnya.

Neeta Malhotra menuturkan bahan baku tetap didatangkan dari negara India, seperti bahan rempah-rempah untuk bumbu, tetapi tidak mengenyampingkan bahan baku lokal di antaranya kunir, cabai, bawah dan lainnya.

"Bahan baku pokok untuk bumbu saya tetap mendatangan dari India, tapi untuk bahan baku tambahan menggunakan bahan lokal," katanya.

Berbagai menu hidangan disajikan pada restoran tersebut, kata dia, di antaranya hidangan yang diberi nama "Dosa" yaitu krep dipermentasi yang terbuat dari adonan beras dan kacang hitam.

"Hidangan pokok tersebut dipopulerkan di seluruh India Selatan. Termasuk juga di negara Malaysia, Srilanka dan Singapura," katanya.

Ia mengatakan soal menu di restoran tersebut cukup beragam, tinggal yang mana ingin dicoba oleh wisatawan.

"Hidangan saya sajikan cukup beragam bagi warga atau wisatawan yang datang ke restoran tersebut, maka merupakan kewajiban juru masak kami yang didatangkan dari India serta agar mampu menyajikan hidangan untuk memuaskan pengunjung," katanya.*(I020)

Pewarta: Oleh I Komang Suparta

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013