Denpasar (Antara Bali) - Hubungan agama, tradisi dan kebudayaan yang dianut masyarakat Bali sangat erat, bahkan kebudayaan itu sangat ditentukan oleh agama sehingga memunculkan kearifan lokal.

"Kearifan lokal sangat mudah terjadi dalam proses rekonstruksi ajaran agama dalam bentuk karya sastra, bangunan suci dan aspek pembangunan lainnya," kata pengamat agama, adat dan pariwisata Bali Dr Ketut Sumadi di Denpasar, Minggu.

Dosen Fakultas Dharma Duta Institut Hindu Dharma Indonesia Negeri (IHDN) Denpasar itu menyebutkan, ketiga unsur yang meliputi agama, adat dan kebudayaan terjalin secara harmonis yang merupakan rangkaian saling mendukung.

Agama merupakan sumber untuk menemukan asal, hakekat, dan tujuan hidup, adat dipergunakan untuk merealisasikan diri dalam kehidupan serta kebudayaan adalah sarana untuk mendapatkan nilai kehidupan di dunia ini. (M038)

Pewarta: Oleh IK Sutika

Editor : M. Irfan Ilmie


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013