Denpasar (Antara Bali) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar terus melakukan pemantauan di lapangan terkait laporan atau informasi dari warga masyarakat yang diduga ada makanan instan berbahaya bagi kesehatan.
"Kami secara rutin turun ke lapangan empat kali dalam sebulan untuk memantau makanan dan minuman yang beredar di masyarakat," kata Kepala Seksi Pemeriksaan BPOM Denpasar Ni Putu Mariati di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, pemantauan terhadap makanan dan minuman instan bukan karena ada laporan dari masyarakat saja, akan tetapi pihaknya berkewajiban secara rutin untuk memberi jaminan kesehatan terhadap warga.
Dikatakan, pihaknya juga menerima laporan melalui pesan singkat (SMS) yang menyebutkan sejumlah makanan dan minuman yang diduga mengandung aspartame atau zat yang lebih keras dari biang gula.
"Zat tersebut merupakan racun yang menyebabkan diabetes, kanker otak dan bisa mematikan sumsum tulang," katanya.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010