Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mencatat jumlah saldo simpanan pelajar (simpel) di Pulau Dewata per Mei 2025 mencapai Rp170,8 miliar atau naik 5,26 persen dibandingkan periode sama 2024 yang mencapai Rp162,3 miliar.

"Kami mendorong terwujudnya literasi dan inklusi keuangan sejak dini," kata Kepala OJK Bali Kristrianti Puji Rahayu di Denpasar, Bali, Rabu.

Regulator lembaga jasa keuangan itu mendata jumlah rekening pada Mei 2025 mencapai 646.502 rekening atau naik dibandingkan posisi sama 2024 mencapai 628.334 rekening.

Adapun setoran awal yang disetorkan nasabah dalam simpanan pelajar itu adalah Rp5.000 dan setoran selanjutnya bisa dengan nominal minimal Rp1.000.

Baca juga: BPD Bali genjot inklusi keuangan ke para pelajar

Untuk jumlah saldo maksimum setiap rekening pelajar adalah sebesar Rp20 juta.

Pihaknya dengan menggandeng lembaga jasa keuangan akan terus meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan instrumen keuangan sejak usia dini agar literasi dan inklusi masyarakat dapat meningkat.

"Antara lain melalui edukasi keuangan secara tatap muka, edukasi keuangan secara daring, aliansi strategis, dan juga melalui edukasi keuangan secara tematik," imbuhnya.

Selama Januari-Mei 2025, pihaknya melaksanakan 68 kegiatan edukasi keuangan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali yang telah menjangkau lebih dari 5.294 orang dan juga edukasi melalui media sosial yang menjangkau sekitar 101.282 orang.

Kegiatan edukasi keuangan itu menyasar beragam kalangan mulai pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, kepala desa, pelaku usaha mikro kecil dan menengah hingga aparatur sipil negara (ASN).

Edukasi keuangan juga dilakukan melalui media sosial menyesuaikan tren digitalisasi saat ini yang banyak digemari anak muda.

Sementara itu, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan kenaikan indeks literasi keuangan mencapai 66,46 persen dan indeks inklusi keuangan 80,51 persen.

Hasil SNLIK 2025 itu meningkat dibanding SNLIK 2024 yang menunjukkan indeks literasi keuangan 65,43 persen dan indeks inklusi keuangan 75,02 persen.

Baca juga: OJK ungkap nasabah di Bali gemar menabung

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2025