Surabaya (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya mengalokasikan dana khusus untuk menggenjot jumlah rekening khususnya nasabah generasi muda dengan besaran mulai Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per rekening.
"Kami beri saldo Rp75 ribu sampai Rp100 ribu tanpa ada kewajiban tertentu, jadi itu gratis," kata Kepala Perwakilan LPS II Surabaya Bambang Samsul Hidayat di sela kunjungan kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali di Surabaya, Senin.
Meski begitu ia tidak mengungkapkan jumlah total anggaran yang dialokasikan secara tahunan itu.
Bambang menjelaskan pemberian dana saldo gratis itu diberikan ketika melakukan literasi dan inklusi keuangan yang menyasar pelajar dan mahasiswa di wilayah kerjanya.
Adapun LPS II Surabaya memiliki wilayah kerja di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan seluruh provinsi Kalimantan.
Dalam satu kali kegiatan, imbuh dia, pihaknya dapat memberikan saldo kepada 100 hingga 1.000 orang nasabah muda baru.
"Kami tidak ada anggaran khusus tapi setiap kegiatan kami anggarkan itu 100, 500 sampai rata-rata 1.000 orang, semua kami beri saldo," ucapnya.
Bambang menjelaskan program literasi dan inklusi keuangan itu sejalan dengan program simpanan pelajar (Simpel) yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan penambahan jumlah rekening atau penambahan saldo nasabah generasi muda itu, pihaknya mengharapkan dapat menggenjot perekonomian daerah dan menambah basis masyarakat menabung.
"Kalau dulu kami memberikan thumbler (botol minum), sekarang itu langsung dengan penambahan jumlah dana pada rekening generasi muda," kata dia.
Sementara itu, hingga September 2024 jumlah rekening bank umum yang dijamin LPS secara nasional mencapai 662,46 juta atau 99,94 persen cakupan rekening yang dijamin penuh.
Sedangkan jumlah rekening bank perekonomian rakyat (BPR) dan BPR Syariah yang dijamin secara nasional mencapai 15,85 juta atau 99,97 persen dijamin penuh.
Sementara itu, jumlah rekening bank umum di Bali hingga September 2025 mencapai 9,7 juta dan yang dijamin penuh mencapai 99,88 persen.
Untuk jumlah rekening BPR/BPR Syariah di Bali mencapai 720 ribu dengan jumlah rekening yang dijamin penuh sebesar 99,95 persen.
Sementara itu, berdasarkan data OJK Bali jumlah rekening simpanan pelajar di Pulau Dewata per Mei 2025 mencapai 646.502 dengan nominal Rp170 juta, atau naik 5,26 persen dibandingkan periode sama 2024 mencapai Rp162,3 juta dengan jumlah rekening 628.334.
