Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP Bali) membukukan penerimaan pajak Rp5,13 triliun selama periode Januari-April 2025 atau tumbuh 10,21 persen dibandingkan periode sama 2024 mencapai Rp4,6 triliun.
Kepala Kanwil DJP Bali Darmawan di Denpasar, Bali, menjelaskan sektor yang menjadi kontributor terbesar penerimaan pajak adalah perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor.
Ia menjelaskan sektor usaha itu berkontribusi sebanyak Rp942,69 miliar atau 18,36 persen dari total penerimaan pajak.
Sektor kedua yang menjadi kontributor adalah pariwisata yakni penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar Rp848,09 miliar atau 16,52 persen.
Kemudian, aktivitas keuangan dan asuransi sebesar Rp734,40 miliar atau 14,31 persen, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis sebanyak Rp434,91 miliar atau 8,47 persen dan industri pengolahan mencapai Rp398,04 miliar 7,75 persen serta sektor lain Rp1,77 triliun atau 34,58 persen.
Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Denpasar, lanjut dia, menjadi kantor yang menyumbangkan realisasi sebanyak Rp2.7 triliun dari target Rp8,5 triliun.
Baca juga: DJP Bali himpun setoran pajak Rp1,97 triliun Januari-Februari 2025
Apabila dilihat dari per jenis pajaknya, Pajak Penghasilan (PPh) menjadi yang terbesar mencapai Rp3,7 triliun, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp1,12 triliun dan pajak lainnya sebesar Rp264,16 miliar.
Secara keseluruhan, lanjut dia, realisasi penerimaan pajak di Bali selama Januari-April 2025 baru mencapai 28,54 persen dari total target hampir Rp18 triliun.
Sementara itu, dari sisi kepatuhan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, Darmawan menyebutkan hingga Mei 2025, sebanyak 340.935 SPT Tahunan PPh telah disampaikan.
Jumlah tersebut terdiri dari 35.955 SPT wajib pajak Badan, 267.280 SPT wajib pajak orang pribadi karyawan, dan 37.700 SPT wajib pajak orang pribadi karyawan.
"Angka ini meningkat tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ucapnya.
Baca juga: Kantor Pajak Bali raup Rp16,97 triliun pada 2024
Editor : Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2025