Kodam IX/Udayana memfokuskan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 di empat wilayah yang tersebar di Bali dan Nusa Tenggara (NTT dan NTB) yaitu Timor Tengah Selatan, Sumba Timur, Sumbawa Barat dan Tabanan.
Hal itu disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Agung Udayana usai mengikuti Rakornis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan secara daring dari Command Center Soekertijo, Makodam IX/Udayana, Denpasar, Kamis.
Adapun Rakornis tersebut dipimpin oleh Waaster Kasad Brigjen TNI Taufiq Shobri yang berlangsung secara terpusat dari Jakarta.
Dia menjelaskan Rakornis TMMD Ke-123 TA 2025 merupakan bagian dari tahapan persiapan sebelum pelaksanaan program TMMD, yang bertujuan untuk membahas kesiapan serta sebagai forum diskusi mengenai berbagai program Kementerian, Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK), dan mitra TNI yang dapat disinergikan dalam pelaksanaan TMMD ke-123.
Tahun ini, TMMD mengusung tema "Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah".
Brigjen TNI Taufiq Shobri menyampaikan TMMD Ke-123 TA 2025 akan dilaksanakan secara serentak di 50 kabupaten/kota. Program ini menggunakan pendekatan perencanaan bottom-up dengan mencakup sasaran fisik dan nonfisik yang bersifat strategis untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di lokasi TMMD.
Dia menegaskan TMMD bukan hanya merupakan program TNI, tetapi juga kegiatan terpadu dan terintegrasi dengan Kementerian/LPNK, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Dengan semangat gotong-royong, program ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan memperkuat ketahanan nasional di berbagai wilayah.
Selain itu, dalam pelaksanaan TMMD ke-123 TA 2025 juga akan diselenggarakan lomba Dansatgas Terbaik dan lomba karya jurnalistik TMMD.
Lomba tersebut akan melibatkan para Dansatgas TMMD serta wartawan dari media cetak, online, dan elektronik baik di tingkat nasional maupun daerah.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Agung Udayana menyampaikan TMMD ke-123 merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun daerah tertinggal dan mempercepat pembangunan nasional.
Kolonel Agung juga menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar program TMMD dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat setempat.
"Dengan adanya Rakornis ini, diharapkan pelaksanaan TMMD ke-123 dapat berjalan dengan optimal, menghasilkan manfaat yang signifikan bagi masyarakat, serta memperkuat sinergi antara TNI dan berbagai elemen bangsa dalam mewujudkan pembangunan dan ketahanan nasional," kata dia.
Baca juga: Kodam Udayana tutup TMMD Ke-121 di empat tempat sasaran kerja tahun 2024
Baca juga: Kodam Udayana sasar empat kabupaten pelaksanaan TMMD Ke-121
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2025