Denpasar (Antara Bali) - Hasil penelitian yang dilakukan Fisipol Universitas Udayana Bali menunjukkan bahwa pengguna transportasi umum, khususnya Trans Sarbagita relatif rendah dibandingkan dengan kendaraan pribadi.

"Hasil kajian dan penelitian yang kami lakukan bahwa pengguna bus Trans Sarbagita hanya enam persen dari total 100 kuesioner yang kami sebar," kata Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fisipol Universitas Udayana Bali Ni Made Ras Amanda Gelgel M.Si di Denpasar, Jumat.

Trans Sarbagita adalah kendaraan umum bantuan Kementerian Perhubungan yang melayani rute Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan.

Ia mengatakan bahwa 91 persen responden tersebut tidak pernah sama sekali naik Trans Sarbagita, sedangkan tiga persen tidak menjawab.

Dengan hasil kajian dan penelitian tersebut, kata dia, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ketertarikan warga memanfaatkan kendaraan umum, khususnya Trans Sarbagita yang melayani Koridor I dari Batubulan, Kabupaten Gianyar hingga Nusa Dua (badung) dan koridor II dari dalam Kota Denpasar, Kampus Bukit hingga Objek Wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) belum efektif.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng mengatakan pengoperasian bus Trans Sarbagita mampu menurunkan 1.449 unit kendaraan bermotor pribadi di jalan raya setiap hari. (LHS)

Pewarta:

Editor : Masuki


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013