Yayasan Dvipantara Samskritam menyelenggarakan lomba pidato berbahasa Bali melibatkan siswa-siswi SMA/SMK di Kabupaten Buleleng, Bali sebagai upaya pelestarian adat dan budaya Pulau Dewata yang menjadi fondasi utama pengembangan sektor pariwisata.

"Lomba melibatkan siswa-siswi SMA/SMK sebagai penerus budaya Bali di masa depan," kata Ketua Yayasan Dvipantara Samskritam I Made Danan Jaya, S.Ds di Aula STKIP Agama Hindu Singaraja, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa Yayasan Dvipantara Samskritam berupaya terus mengkampanyekan penggunaan Bahasa Bali sebagai salah satu bahasa yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat lokal Bali.

Menurut dia, Yayasan Dvipantara Samskritam pada awalnya banyak berkecimpung dalam upaya mengajarkan Bahasa Sansekerta kepada masyarakat Bali. Pengajaran Bahasa Sansekerta dilakukan dengan cara-cara sederhana dan mudah dipahami.

"Selanjutnya, kami merasa juga berkepentingan untuk melakukan pengajaran Bahasa Bali sebagai bahasa lokal. Utama kepada generasi muda dan anak-anak di desa adat di wilayah Bali," tutur dia.

Adapun lomba tersebut melibatkan sebanyak dua puluh peserta berasal dari tingkat SMA dan SMK yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Drs. Nyoman Wisandika dalam sambutannya mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi atas penyelenggaraan lomba terkait sebagai upaya bersama terkait pelestarian warisan budaya terkait aksara dan sastra.

"Kalau ingin maju adalah salah satunya dengan cara melestarikan bahasa dan sastra. Ini juga merupakan bagian upaya secara bersama-sama terkait adat tradisi, seni dan budaya. Jadi intinya adalah era kolaborasi itu sangat penting," kata dia.

Pihaknya juga berharap kegiatan terkait dapat dilangsungkan dengan rutin dan berkesinambungan serta dapat melahirkan generasi muda yang memiliki bibit dan bakat berpidato berbahasa Bali.

"Besar harapan kami adik-adik yang akan berkompetisi kedepan terus meningkatkan minat dan prestasi dan meningkatkan jenjang kemampuan pada lomba-lomba pada lingkup yang lebih luas," kata dia.

Pewarta: IMBA Purnomo

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2024