Pemerintah Kota Denpasar, Bali, melakukan inspeksi mendadak di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Sari Dharma Mandiri, Denpasar, menyikapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan elpiji tiga kilogram.

"Kami ingin memastikan kondisi yang terjadi di stasiun pengisian elpiji ini tidak ada permasalahan," kata Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat melakukan sidak ke SPPBE PT Sari Dharma Mandiri di Denpasar, Selasa.

Arya Wibawa selanjutnya juga menugaskan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar untuk melakukan pengecekan ke agen-agen serta pedagang eceran.

Dari hasil sidak tersebut diketahui SPPBE ini menerima suplai elpiji dari Pertamina tidak berkurang dari sebelumnya, bahkan dengan adanya kabar kelangkaan elpiji di kalangan masyarakat, pihak SPPBE meminta penambahan elpiji dari Pertamina.

"Dari kuota itu sebenarnya sudah melebihi 15 persen dari kuota normal, tetapi terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat," ujar Arya Wibawa.

Baca juga: Pertamina awasi distribusi elpiji tiga kg di pangkalan resmi Bali

Pihaknya juga telah bersurat kepada Pertamina agar menambah kuota mengingat kondisi perekonomian di Kota Denpasar sedang bertumbuh apalagi disertai libur panjang.

"Per hari ini dilakukan penambahan sebanyak 50 persen dan akan ditambah pada hari Kamis mendatang akan ditambah lagi kuota sebesar 50 persen dari kuota normal sehingga diharapkan kelangkaan elpiji bisa diatasi. Mudah mudahan dalam 3-4 hari ke depan kondisinya sudah kembali normal," katanya.

Meskipun demikian, Arya Wibawa menegaskan akan terus melakukan pemantauan lebih lanjut guna memastikan bahwa tidak adanya pelanggaran hukum di balik fenomena kelangkaan elpiji tiga kilogram.

Sementara Ketua Hiswana Migas DPC Bali Dewa Ananta didampingi SBM 1 Pertamina Bali Faris Aceriza mengatakan kondisi ini merupakan akumulasi setelah libur panjang sehingga banyak terjadi aktivitas-aktivitas yang disebabkan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Pasar murah di Karangasem tawarkan gas 3 kg harganya Rp16 ribu

"Dari Pertamina selama ini statusnya normal, kami tidak mengurangi pasokan sama sekali malah menambah dari biasanya. Kami fokus pada penanganan secepat mungkin," ujarnya.

Menurut Dewa Ananta, di Bali itu biasanya lebih dari 100 ribu tabung sedangkan di Denpasar kebutuhan mencapai 56 ribu tabung per hari. Untuk hari ini pihaknya menambah 28 ribu tabung lebih banyak dari biasanya.

Selain volumenya ditambah juga kecepatan distribusi ditingkatkan agar masyarakat cepat dapat menerimanya.

"Jadi, masyarakat tidak perlu panik lagi, kami bersama Pemerintah Kota terus berupaya untuk memberikan pelayanan maksimal," ujarnya.


 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023