Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menargetkan Festival Permainan Tradisional Rakyat Bali yang digelar selama sehari di Denpasar, Bali dapat menumbuhkembangkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia dan menguatkan karakter anak-anak.  
 
Hal tersebut disampaikan Direktur Sekolah Dasar (SD) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Dr. Muhammad Hasbi saat membuka acara Festival Permainan Tradisional di Denpasar, Bali, Selasa.
 
Adapun beberapa permainan yang diperlombakan dalam Festival Permainan Tradisional Bali yang berpusat di Denpasar tersebut antara lain congklak, bola bekel, engklek, sepit-sepitan, bakiak dan deduplak (lomba lari menggunakan batok kelapa).
 
"Saya pikir ini akan menjadi ajang yang baik untuk membina karakter anak karena permainan ini disamping mampu meningkatkan derajat kesehatan fisik mereka, permainan ini juga dapat membangkitkan apresiasi mereka terhadap budaya sendiri sehingga mereka dapat menjadi insan yang tidak hanya cerdas dan berkarakter, tapi juga tetap memiliki kesehatan yang paripurna," kata Hasbi.
 
Hasbi mengatakan Festival Permainan Rakyat Bali dan olahraga tradisional yang diselenggarakan di Denpasar, Bali diikuti oleh puluhan perwakilan seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Bali sebagai tindak lanjut kampanye Sekolah Sehat yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim pada 23 Agustus 2022.

Baca juga: Pemkot Denpasar sosialisasikan budaya literasi lewat permainan tradisional
 
Secara umum, kata Hasbi kampanye Sekolah Sehat meliputi tiga hal penting yakni pertama, untuk mewujudkan sehat bergizi dengan berbagai upaya seperti diperlukan pemahaman gizi seimbang atau isi piringku, pembiasaan makan dan minum dengan gizi seimbang, menghindari atau meminimalisir makanan cepat saji, makanan atau minuman yang mengandung pemanis, berpengawet, kurang serat, tinggi gula, garam, dan lemak, serta pembinaan kantin sehat.  
 
Kedua, sehat fisik dengan berbagai aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh seperti mengikuti Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) seminggu sekali, melakukan gerakan peregangan pada pergantian jam pelajaran, optimalisasi 4 L (Lompat, Lari, Lempar, Loncat) melalui permainan rakyat dan olah raga tradisional pada jam istirahat, optimalisasi intrakurikuler dan ekstrakurikuler olahraga, serta pembiasaan jalan kaki.
 
Aspek ketiga dari tagline sekolah sehat menurut keterangan Hasbi adalah sehat imunisasi yakni upaya bagaimana anak-anak kita kemudian menerima imunisasi dasar yang lengkap agar mereka terhindar dari penyakit-penyakit yang berat di kemudian hari.
 
Selain itu, Festival Permainan Rakyat tersebut kata Hasbi juga bagian dari upaya pelestarian warisan budaya bagi anak-anak.
 
"Melalui kegiatan ini kita berupaya untuk melestarikan permainan rakyat dan olah raga tradisional yang saat ini mungkin sudah mulai tergerus oleh permainan-permainan yang tidak berasal dari budaya bangsa kita hingga kita harapkan permainan rakyat dan olahraga tradisional hendak menjadi budaya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri," katanya di hadapan ratusan anak perwakilan dari berbagai Kota/Kabupaten di Provinsi Bali.

Baca juga: Sekaa Gangsing Desa Gobleg unjuk kemahiran di Jantra Tradisi Bali
 
Hasbi mengatakan hal yang tak kalah penting dari penyelenggaraan Festival Permainan Rakyat tersebut bertujuan untuk meningkatkan persaudaraan, kebersamaan dan menjaga kebhinnekaan budaya Indonesia.

Dia berharap melalui permainan rakyat dan olah raga tradisional tersebut anak-anak di jenjang Sekolah Dasar memiliki kesehatan fisik dan mental, serta menjadi pewaris berbagai kearifan lokal yang ada dalam masyarakat.
 
Menurut keterangan Hasbi, festival serupa juga telah dilaksanakan di beberapa provinsi di Indonesia seperti di Lampung dan Yogyakarta yang baru digelar tak lama sebelumnya.

 

Pewarta: Rolandus Nampu

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023