Pemerintah Kota Denpasar, Provinsi Bali, menggelar lomba susur mangrove di kawasan Estuary Dam Hutan Mangrove Batu Lumbang, Pemogan, Denpasar, sebagai upaya untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda pada lingkungan dan menjaga kelestarian mangrove.

"Kami sekaligus berupaya memberikan edukasi dan pemahaman kepada pelajar, remaja serta masyarakat terkait pelestarian sumber daya kelautan dan perikanan yang dimiliki Kota Denpasar," kata Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa di Denpasar, Jumat.

Peserta lomba yang merupakan perwakilan SMA/SMK serta kalangan umum atau komunitas peduli lingkungan tampak antusias untuk mengikuti lomba dengan memungut sampah plastik menggunakan kano.

Ia mengatakan kawasan hutan mangrove di Wilayah Tahura Ngurah Rai merupakan wilayah hilir tempat bermuaranya sampah dari sungai maupun aktivitas penduduk Kota Denpasar. Oleh karena itu perlu dilaksanakan kegiatan pelestarian habitat pantai diantaranya melalui lomba susur mangrove itu.

"Selain itu, untuk menggugah kesadaran semua pihak dalam menjaga, memelihara dan memotivasi masyarakat agar tidak membuang sampah khususnya sampah plastik ke sungai," ujarnya.

Dengan demikian, menurut  I Kadek Agus Arya Wibawa, dapat mempercepat, menstabilkan kondisi lingkungan dan menyelamatkan semua hábitat di kawasan hutan mangrove serta turut menjaga kelestarian hutan mangrove.

Sementara itu Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar IB Mayun Suryawangsa mengatakan kegiatan diikuti 200 peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK, mahasiswa, komunitas peduli lingkungan, dan sekaa teruna teruni (pemuda-pemudi) di Kota Denpasar.

"Semoga apa yang ingin dicapai dalam kegiatan ini yakni mengurangi volume sampah, terutama sampah plastik yang terdapat di wilayah Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai dan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," katanya.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan paket bahan pangan kepada empat kelompok nelayan dan sejumlah 100 paket bahan pangan. Hal ini untuk membantu nelayan terdampak inflasi dan mereka yang tidak dapat melaksanakan aktivitas melaut karena cuaca buruk.
 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023