Ubud (Antara Bali) - Para sineas yang terdiri dari para pembuat film dan foto dokumenter dari lima negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) menggelar festival dokumenter bertajuk "Festival Layar di Bawah Angin" di Campuhan, Ubud, Gianyar, Bali, sebagai ajang pertukaran budaya di kawasan regional.
     
"Festival ini kali pertama di gelar dan menjadi sarana mempertemukan rekan yang selama ini saling mempengaruhi yakni pembuat film dan foto dokumenter, publik, pelaku media dan bisnis," kata Penggagas dan Direktur 'Festival Layar di Bawah Angin', Iwan Setiawan, di Ubud, Kabupaten Gianyar, Jumat.
     
Kelima negara ASEAN itu di antaranya Indonesia, Thailand, Vietnam, Singapura dan Malaysia. Masing-masing negara membawa karya film dokumenter dua hingga empat film yang telah dipilih dari masing-masing komunitas film dokumenter.
     
Festival yang diselenggarakan hingga18 November itu menghadirkan berbagai program yang menjawab kebutuhan dokumentarian atau penggiat film dokumenter seperti lokakarya, pemutaran film dokumenter, foto esai, dan sarasehan dokumenter ASEAN.
     
Salah seorang peserta dari Vietnam, Ngo Thi Thanh menyatakan bahwa dirinya tertarik mengikuti festival itu karena misi yang diangkat cukup relevan yakni keragaman budaya ASEAN.
     
"Melalui festival ini, kami ingin berbagi pengalaman dengan pembuat film se-ASEAN. Sebagai pembuat film dokumenter muda, kami tidak ingin membuat film yang konvensional tetapi telah melalui eksperiem sebelumnya.(DWA/IGT)

Pewarta:

Editor : Masuki


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012