Denpasar (Antara Bali) - Arif Sugiarto yang diduga sebagai otak pelaku pembunuh terhadap pasangan suami istri Sugianto Halim (30) dan Fenny Maria Sulianto (27), membantah keras tuduhan telah melakukan tindak pembunuhan.

"Saya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan pasutri Sugianto dan Fenny," kata Arif, didampingi kuasa hukumnya Edmun Wahyu Indrawan SH, di Denpasar, Bali, Minggu.

Ia mengatakan, pemberitaan di media massa yang menyebutkan bahwa dirinya sebagai otak dari pembunuhan keji tersebut, adalah tidak benar.

"Saya sangat kaget, di beberapa koran saya diberitakan sebagai otak dan sekaligus pelaku pembunuhan," kata Arif, menyesalkan.

Menurutnya, dirinya memang pernah diperiksa polisi, namun dari hasil pemeriksaan belum diketemukan bukti atau petunjuk yang mengarah kalau dirinya terlibat dalam kasus pembunuhan pasutri di Toko Sejahtera, Jalan Dr Wahidin No.47 B Denpasar itu.

"Sampai hari ini, status saya masih sebagai saksi dan tidak pernah jadi tersangka," ucapnya, menjelaskan.

Terkait dengan keterangan dua tersangka yakni Fahrudin dan Agus yang mengaku kenal dan menuding Arif sebagai dalang atas pembunuhan, ia mengaku sangat kaget dan heran.

"Saya kaget. Masalahnya, saya tidak kenal dan tidak pernah ketemu dengan dua tersangka itu," kata Arif.

Arif menyebutkan, setelah dirinya dipertemukan dengan dua tersangka, banyak ditemukan keterangan yang janggal, termasuk mengenai kesaksian dua tesangka yang menyebutkan mengetahui segala yang dilakukan Arif di dalam toko saat kejadian.

"Padahal, saat kejadian di Jalan Wahidin, aliran listrik diketahui lagi padam. Bagaimana dia tahu apa yang saya lakukan di dalam toko, sementara listrik lagi padam," ucap Arif.

Kejanggalan lainnya yakni keterangan mengenai mobil Kijang Inova warna biru yang dipakai menjemput kedua tersangka. Kedua tersangka mengaku naik dari belakang mobil.

"Yang saya tahu kalau Inova tidak ada pintu belakang. Ini bukti kalau mereka adalah ngarang," ujar Arif sembari menyebut dirinya tidak punya mobil jenis Inova.

Ia menyatakan bahwa dirinya akan selalu koperatif dengan aparat keamanan, sekaligus telah menyiapkan bukti tentang ke mana dan apa aktivitas dirinya saat kejadian pembunuhan itu berlangsung.

"Saya berharap polisi segera dapat mengungkap kasus ini, biar semuanya jelas. Sekali lagi saya tidak tahu menahu soal pembunnuhan itu, dan saya tidak pernah melakukan dan terlibat dalam kasus tersebut," katanya menegaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri Sugianto dan Fenny ditemukan tewas dengan puluhan luka bekas tusukan senjata tajam pada Jumat (11/12) lalu di toko Jalan Dr Wahidin Denpasar.

Polisi yang melakukan penyelidikan, berhasil mengamankan dua orang tersangka yakni Fahrudin dan Agus, selanjutnya masih memperdalam mengenai adanya keterlibatan tersangka lain yang diduga sebagai otak dalam pembunuhan keji tersebut. (*)

Pewarta:

Editor : Masuki


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2009