Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menyatakan tingginya permintaan tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan industri yang membutuhkan tenaga TIK membuat lulusan kampus tersebut cepat terserap di pasar kerja.
 
"Rata-rata masa tunggu alumni ITB STIKOM Bali hanya memerlukan waktu 40 hari atau satu bulan lebih untuk segera masuk ke dunia kerja atau pun dunia wirausaha, hal ini antara lain disebabkan oleh tingginya permintaan dari berbagai usaha dan industri akan kebutuhan tenaga TIK," kata dia saat mewisuda sebanyak 581 mahasiswa ITB STIKOM di The Westin, Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu.
 
Dadang Hermawan mengatakan pihaknya meyakini bahwa lulusan kampus tersebut memiliki kualitas dan kualifikasi yang mumpuni, serta terbukti memiliki kinerja yang handal, sehingga pihak kampus mendapatkan banyak permintaan tenaga bahkan sebelum mahasiswa lulus dari perguruan tersebut.
 
"Setiap hari kami menerima permintaan tenaga kerja bidang TIK (kadang-kadang juga non TIK) rata-rata tiga perusahaan baik melalui surat, email, telpon, dan tidak jarang pula yang langsung datang ke kampus bahkan sampai dengan melakukan perekrutan di kampus," kata dia.
 
Hal tersebut, kata dia, ditunjang oleh adanya bagian yang khusus menangani bimbingan karir, baik bagi alumni maupun bagi para mahasiswa tingkat akhir yang tugas utamanya memberikan informasi, konsultasi maupun menyalurkan para alumni maupun mahasiswa memasuki dunia kerja, sedangkan bagi yang mau berwirausaha, para mahasiswa dikelola oleh inkubator Bisnis ITB STIKOM Bali.

Baca juga: ITB STIKOM buka Program Magister Komputer pertama di Bali-Nusra
 
Menurut laporan Rektor ITB STIKOM Bali, jumlah mahasiswa yang diwisuda pada kesempatan kali ini berjumlah 581 orang yang terdiri dari tingkat sarjana (S1) 575 orang dan Diploma tiga (D3) sebanyak 6 orang. Sebanyak 12 orang diantaranya memperoleh dua gelar sekaligus, yakni Sarjana Komputer (S.Kom) dari ITB STIKOM Bali dan Bachelor of Infornation Technology (BIT) dari HELP University Kuala Lumpur, Malaysia.
 
Mahasiswa yang diwisuda tersebut telah berhasil menempuh kuliah rata-rata untuk S1 empat tahun dan untuk D3, tiga tahun. Dengan bertambahnya wisudawan pada upacara wisuda ke-30 hari ini, alumni STIKOM Bali berjumlah 9.054 orang terdiri dari S1 sebanyak 8.333 orang dan D3 sebanyak 721 orang. Sedangkan alumni sarjana dua gelar sebanyak 164 orang.
 
Dalam sambutannya Dr. Dadang Hermawan melaporkan pada tahun ini, ITB STIKOM Bali masuk rangking 127 Nasional dari 3.115 Perguruan Tinggi negeri dan swasta se-Indonesia dan menjadi kampus terpopuler no.1 dari 160 perguruan tinggi swasta di Bali dan Nusa Tenggara berdasarkan Webometrics Rangking of World Universities, yakni sebuah lembaga pemeringkatan perguruan tinggi di seluruh dunia yang berkedudukan di Spanyol.
 
"Jumlah mahasiswa aktif yang sedang belajar saat ini adalah 6.623 orang dimana 83,03 % merupakan putera-puteri asal Bali, sedangkan sisanya berasal dari seluruh propinsi yang ada di Indonesia bahkan dari luar negeri," kata dia.
 
Dadang Darmawan mengatakan dua setengah tahun lalu, pada 7 Mei 2019 STIKOM Bali telah bertransformasi dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer menjadi Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali atau disingkat ITB STIKOM Bali dengan penambahan satu program studi Teknologi Informasi program Sarjana dan pada 31 Januari 2020 ITB STIKOM Bali telah mendapatkan ijin dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang pembukaan program studi Bisnis Digital program sarjana dan tahun 2022 ini telah terjalin kerja sama dua gelar dengan STT Bandung.

Baca juga: ITB STIKOM Bali kerjasama eduClaas buka peluang magang dan dapat gaji
 
Bahkan, dalam waktu dekat, kata dia, dengan seijin Yayasan, ITB STIKOM Bali sedang memproses perijinan pembukaan Prodi Sains Data, dan selanjutnya sedang dipersiapkan dan dikaji beberapa pembukaan Prodi Cyber Security/Computer Forensic, Prodi Pariwisata berbasis digital, Prodi Arsitektur yang berbasis digital, Teknologi Pembelajaran, Magister Bisnis Digital dan S3 Sistem Informasi.
 
Dadang Darmawan menjelaskan untuk menjaga kualitas penjaminan mutu, ITB STIKOM Bali telah menggunakan Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang telah tersertifikasi secara internasional melalui sertifikasi ISO 9001-2000, 9001-2008 dan saat ini 9001-2015, sehingga kampus STIKOM Bali dapat sejajar dengan perguruan tinggi kelas dunia lainnya di berbagai negara.
 
"Saat ini ada 100 orang dosen yang sudah sertifikasi dosen, 17 orang dosen yang bergelar doktor dan 19 orang dosen yang sedang studi lanjut S3 di dalam negeri maupun di luar negeri dan sudah ada 42 dosen telah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Hak Cipta dan Karyanya," kata dia.
 
Selain itu, sebelum menempuh ujian skripsi atau tugas akhirnya, mahasiswa wajib menempuh sertifikasi yang bersifat internasional yakni Microsoft untuk sertifikasi office, Cisco dan Mikrotik untuk sertifikasi jaringan komputer, Foresec untuk sertifikasi keamanan jaringan komputer, Project Management Institute (dari USA) untuk sertifikasi Project Management dan Supply Chain Management. Untuk para mahasiswa kelas Internasional juga dilengkapi dengan sertifikat Diploma satu Bahasa Inggris dari NIIT India.
 
Sertifikasi internasional ini dilaksanakan atas kerjasama dengan Bisma Informatika sedangkan untuk peningkatan kemampuan berbahasa Inggris dan sertifikasi toefl, STIKOM Bali bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Bisnis Administrasi Indonesia.
 

Pewarta: Rolandus Nampu

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022