Indonesia Development Forum (IDF) yang berlangsung di Bali pada 21--22 November 2022 berupaya menjaring pemikiran dan strategi dari berbagai kelompok kepentingan seperti akademisi, praktisi, dan perwakilan kementerian/lembaga untuk transformasi ekonomi Indonesia menuju negara maju pada 2045.

IDF merupakan kegiatan yang digelar tiap tahun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sejak 2017, dan untuk penyelenggaraan tahun ini, Indonesia Development Forum digelar dalam rangkaian panjang selama satu tahun, yaitu dimulai sejak 2021 dan berakhir pada 22 November 2022.

Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Taufik Hanafi saat membuka puncak acara IDF di Jimbaran, Badung, Bali, Senin, menyampaikan pihaknya berhasil menjaring 10 inovasi produk, 11 inovasi program/proyek, 9 inovasi platform aplikasi digital, dan 13 inovasi riset penelitian dari Indonesia Development Forum 2021--2022.

Gagasan inovatif dan berbagai terobosan tersebut diperoleh dari salah satu rangkaian Indonesia Development Forum, yaitu sesi imagine, yang berlangsung sejak tahun lalu.

Kementerian PPN/Bappenas menerapkan skema 4i, yaitu inspire, imagine, innovate, dan initiate pada tiap penyelenggaraan Indonesia Development Forum. Sesi inspire menghadirkan pengalaman dan pratik baik dari Indonesia serta negara lain terkait isu transformasi ekonomi dan pembangunan, sementara sesi imagine mengajak para pemangku kepentingan untuk mengajukan terobosan dan gagasan yang inovatif untuk Indonesia.

Baca juga: Bappenas pelajari penanganan sampah di TOSS Gema Santi Klungkung

Di sesi innovate, Kementerian PPN/Bappenas berupaya menjaring gagasan dan solusi baru untuk mengatasi tantangan pembangunan di Indonesia, dan terakhir di sesi initiate, para pembuat kebijakan dan aktor pembangunan berdiskusi merumuskan rencana aksi dari rangkaian hasil diskusi selama kurang lebih 1 tahun.

Di Indonesia Development Forum 2021--2022, beberapa terobosan dan inovasi yang ditunjukkan pada acara puncak di Bali, di antaranya pemanfaatan Umbi Porang (Amorphallus muelleri) sebagai bahan membuat plastik yang mudah terurai (edible bioplastic). Terobosan itu saat ini telah melibatkan Kelompok Petani Porang Sejahtera Bersama di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Inovasi lainnya, pengembangan industri pupuk organik cair di lingkungan Tempat Pembuangan Sampah, yang mana proyek itu merupakan hasil studi kasus di TPAS Piyungan, Yogyakarta.

Gagasan lain yang turut dipamerkan, yaitu sintesis Boron Acid Doped Reduced Graphene Oxide yang memanfaatkan Jeruk Sunkist sebagai superkapasitor demi mendukung industri mobil listrik nasional.

Di acara yang sama, Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan perekonomian Indonesia harus bertransformasi agar dapat lepas dari status negara berpenghasilan menengah (middle-income country) dan naik kelas menjadi negara maju pada 2045.

Baca juga: Menteri PPM/Bappenas: RI pimpin pembangunan ekonomi biru di tingkat global

Oleh karena itu, Suharso menilai perlu ada reindustrialisasi yang menjawab kebutuhan atas hidup yang berkelanjutan (sustainable), adaptif terhadap kemajuan teknologi (smart), fungsional, dan canggih.

"Transisi digital dan transisi hijau tidak terelakkan lagi. Kita harus beradaptasi," kata Suharso.

Oleh karena itu, ia berharap Indonesia Development Forum dapat menjadi ajang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memikirkan dan menyusun strategi reindustrialisasi, yang akan menjadi rencana jangka panjang pembangunan nasional.


 

Pewarta: Genta Tenri Mawangi

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022