Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Kota Singaraja Kabupaten Buleleng, Bali bersama sembilan perguruan tinggi di Pulau Dewata menggelar "job fair '22" (Bursa Kerja Tahun 2022).

"Sembilan perguruan tinggi adalah Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), STIMIK Primakara, Denpasar, ITB Stikom, Politeknik Negeri Bali, Stikes Wira Medika, Universitas Warmadewa, Alfa Prima dan IPB Internasional Bali," kata Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerja sama Undiksha, Drs. I Made Yasa, M.Pd, dalam Focus Group Discussion (FGD) di kampus setempat, Kamis.

Didampingi Koordinator Bidang Kemahasiswaan dan Humas, Drs. I Ketut Surya Panca, dan Kepala UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (PKKM), Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd.,M.Pd., ia mengatakan bursa kerja perlu dilaksanakan untuk memberikan informasi tentang peluang kerja bagi para lulusan perguruan tinggi.

Baca juga: Undiksha Singaraja pertahankan gelar juara Tekno Futsal se-Bali

"Semoga kegiatan ini mendapat dukungan dari setiap program studi. Dukungan sangat penting. Bagaimana nanti kegiatan ini bisa disampaikan dengan baik untuk para lulusan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala PKKM Undiksha, Karina Wedhanti mengatakan bursa kerja rencananya digelar pada September 2022 dengan pola hybrid.

Pihaknya bersama pusat karir dari kampus lain kini sedang mematangkan persiapan, baik terkait tempat maupun teknis pelaksanaan. Selain itu, juga menyusun industri yang dapat dijadikan sebagai mitra.

Baca juga: Sekda Buleleng berikan "Kuliah Praktisi" di Undiksha Singaraja

"Kebetulan karakteristik di masing-masing kampus yang bergabung dalam bursa kerja itu kan berbeda-beda. Jadi kami menyusun industri apa saja yang akan bergabung," jelasnya.

Adanya kolaborasi antarperguruan tinggi diharapkan semakin meningkatkan gaung bursa kerja dan lebih menarik minat industri melaksanakan atau melakukan open recruitment di Bali.

"Mudah-mudahan dengan bergabungnya kampus-kampus ini bisa bersinergi dengan memberikan sumber daya yang terbaik bagi masing-masing kampus dan dengan demikian kita membawa koneksi dengan pihak-pihak industri," imbuhnya.



Sementara itu, narasumber Nuhadi menyampaikan pelaksanaan bursa kerja ini perlu didukung dengan kolaborasi yang baik antarunit karir di perguruan tinggi. Selain itu, setiap kampus harus bisa memberikan informasi kepada para lulusan terkait perusahaan yang terlibat maupun peluang karir yang ada.

"Tantangan job fair adalah satu, support sistem untuk koordinasi dan kolaborasi pusat karir ini. Kedua, bagaimana mengajak para perusahaan di tengah pandemi seperti ini. Ketiga, mempersiapkan alumni," katanya.



Ia juga menyampaikan bursa kerja ini sekaligus sebagai alat ukur Program Kampus Merdeka yang sudah digaungkan sejak 2020.

"Sebenarnya tujuan kampus merdeka ini kan mempersiapkan mahasiswa ketika nanti lulus. Kita ingin melalui job fair ini sebagai alat ukur program kampus merdeka," katanya.


 

Pewarta: IMBA Purnomo

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022