Denpasar (Antara Bali) - Wakil Ketua "Tobacco Control Support Center" Indonesia Dr Kartono Mohamad mengharapkan Universitas Udayana dapat menjadi pelopor kampus bebas rokok di Bali.

"Kalau memungkinkan Unud tidak lagi menerima sponsor dan beasiswa dari perusahaan rokok," kata aktivis dari organisasi yang bergerak pada perlindungan dampak tembakau itu, di Denpasar, Rabu.

Kartono menyampaikan hal tersebut saat memberikan pandangan terkait evaluasi penerapan Perda Provinsi Bali No 10 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Denpasar.

"Lingkungan pendidikan diatur menjadi salah satu kawasan bebas rokok dalam Perda KTR. Usul saya, Unud melalui Fakultas Kedokterannya dapat mengambil prakarsa menjadikan kampus bebas rokok," ujarnya.

Sementara itu, Ida Bagus Sudiarta dari perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bali sependapat supaya para guru jangan sampai merokok di lingkungan sekolah karena itu akan memberi contoh yang tidak baik bagi siswa-siswi.

"Kami sudah memberi imbauan, namun ternyata imbauan belum cukup memberikan penyadaran bagi para guru. Justru jika memberikan teguran malah mendapat tentangan," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya mengatakan, peraturan gubernur sebagai tindak lanjut Perda KTR sejauh ini sudah selesai penyusunannya.(LHS/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012