Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan sejumlah masyarakat Desa Adat Ungasan, Kabupaten Badung, Bali untuk membahas pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Pantai Melasti yang ada di kawasan itu.

Dalam kesempatan itu, perwakilan masyarakat Desa Ungasan mengungkapkan bahwa masyarakat setempat ingin mengembangkan kawasan Pantai Melasti agar semakin memiliki nilai tambah dan bertaraf internasional.

"Yang disampaikan ini akan segera kami tindak lanjuti, karena kita ingin masyarakat di sini mendapat penghasilan tambahan, sehingga ekonominya meningkat dan tadi seperti mimpinya Bendesa Adat Ungasan I Wayan Disel Astawa bahwa ini levelnya perlu ditingkatkan menjadi level internasional," ujar Menparekraf Sandiaga Uno, Kamis.

Baca juga: Dispar Badung: Pantai Seminyak Bali dapat jadi DTW baru

Kawasan Pantai Melasti memiliki luas lebih dari 40 hektare dengan hamparan pasir putih dengan panorama laut biru dengan akses menuju kawasan yang dapat ditempuh dengan mudah.

Fasilitas yang disediakan juga cukup representatif seperti ada beach club, area parkir yang memadai, mushala, toilet, hingga berbagai warung UMKM lokal.

Saat ini, masyarakat setempat berencana membuat sebuah amphitheater berbasis kearifan budaya lokal, selain untuk meningkatkan pendapatan rencana pembangunan itu dimaksudkan guna menjaga dan melestarikan adat istiadat dan budaya desa.

Selain itu, pengelola destinasi Pantai Melasti juga ingin memperluas warung UMKM agar lokasinya lebih tertata dan strategis serta membuat breakwater atau pemecah ombak.

Baca juga: Ratusan warga dan WNA ikuti "Bali Ocean Swim" di Pantai Kuta

"Saya titip Pak Disel, ketika saya ajukan (rancangan pengembangan) ini mohon dikawal, karena kalau nanti ada breakwater tentunya harus dipastikan juga lingkungannya terjaga dengan baik dan terumbu karangnya juga harus dijaga," katanya.

Sandiaga Uno menambahkan, dengan adanya relaksasi sejumlah kebijakan terkait pelaku perjalanan, seperti bebas karantina dan peniadaan tes antigen, maka banyak permintaan dari wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali harus tetap diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan yang disiplin.

"Saya titip protokol kesehatannya, karena kita bisa bangkit kalau kita sehat," kata Menparekraf mengingatkan.

Baca juga: Pengelola Pantai Legian-Bali luncurkan QR Code bagi wisatawan

Sementara itu, Bendesa atau Kepala Desa Adat Ungasan I Wayan Disel Astawa mengungkapkan, kedatangan Menparekraf memberikan suatu semangat dan harapan bagi masyarakat Desa Adat Ungasan untuk bangkit dan terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi wisata di Pantai Melasti.

"Kami memiliki 12 ribu penduduk kurang lebih, sehingga harapan dan masa depan dengan terangkatnya Pantai Melasti diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja dan masyarakat kami bisa mencari nafkah di tempat ini, sehingga pergerakan ekonominya betul-betul dirasakan," katanya.

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022