PLN UID Bali mendukung penggunaan Internet of Things (IoT) yang mulai digemari petani di Desa Pelaga, Kabupaten Badung, Bali untuk bertani hidroponik secara modern, karena hasil panen yang lebih bersih, organik, premium, dan memiliki harga jual yang jauh lebih tinggi.

PLN turut mengambil andil peran dalam pengembangan teknologi di bidang pertanian. Sejak meluncurkan program Electrifying Agriculture untuk mendorong produktivitas pertanian, PLN juga senantiasa mendukung para petani muda modern untuk mengembangkan berbagai teknologi.

Ketua kelompok tani Mimba Farm, Wayan Mudita, di Badung, Senin, menjelaskan pihaknya turut mengaplikasikan IoT pada usaha Hidroponik miliknya, karena digitalisasi pertanian itu mempermudah para pelaku usaha di bidang pertanian.

"Kami menggunakan sistem irigasi tets dengan menggunakan teknologi IoT yang dikendalikan melalui smartphone untuk mengatur suhu, kelembapan, kadar air dan penyiraman berkala serta pemupukan organik cair," terang Murdita.

Baca juga: PLN Bali dorong masyarakat manfaatkan hidroponik ditopang tenaga listrik

Pihaknya membangun green house di lahan seluas 500 m2 miliknya untuk menanam kebutuhan sayur mayur premium seperti selada, bayam inggris, zukini, dan tanaman herbal seperti rosemary, thyme, mint, dan coriander.

Tak hanya itu, ia juga menggunakan sistem irigasi dengan bantuan pipa dan microchip untuk mengatur tetesan, serta sprinkle untuk penyiraman dengan sistem memutar.

"Semua pengaturan ini saya bisa monitor dan lakukan dari rumah saya yang jaraknya 1,5 jam dari kebun hidroponik ini. Pengaturan ini meningkatkan efisiensi karena mampu menghemat kebutuhan air, sekaligus menghemat tenaga kerja," katanya.

Mudita mengakui omzet yang mampu ia peroleh per bulan berkisar antara Rp5 juta-Rp60 juta, setelah dikurangi biaya operasional, termasuk kebutuhan air rata-rata 1.000-3.000 liter per harinya, dan konsumsi listrik sebesar Rp1,5 juta per bulannya.

"PLN membantu kami tak hanya di sisi kelistrikan saja namun juga teknologi dengan sistem IoT sehingga memudahkan kami untuk melakukan semua kegiatan pemeliharaan hidroponik," kata Murdita.

Baca juga: PLN UID Bali dukung modernisasi pertanian dengan "Electrifying Agriculture"

Saat ini, lahan perkebunan hidroponik miliknya tak hanya ia gunakan secara komersil saja, namun juga sebagai wadah bagi masyarakat untuk menimba ilmu.

"Kini, teman-teman dari SMK Pertanian Badung sedang melakukan PKL di tempat kami, sebelumnya juga terdapat beberapa Universitas yang melakukan kajian, dan kami terima sebagai ajang edukasi pertanian," kata Murdita.

Sementara itu, Manager Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya, menjelaskan program Electrifying Agriculture menjadi salah satu terobosan PLN dalam mendukung peningkatan perekonomian melalui pertanian.

"Tak hanya kemudahan dalam mengakses kebutuhan listrik, namun PLN juga turut mendukung melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan menyalurkan bantuan berupa berbagai kebutuhan pendukung seperti IoT yang mampu mempermudah petani meningkatkan produktivitasnya," ungkapnya.
 

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022