Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali bersama sejumlah stakeholder penerbangan dan pariwisata setempat melakukan simulasi penerbangan internasional untuk memastikan kesiapan bandara tersebut menjelang pembukaan kembali untuk penerbangan internasional pada 14 Oktober.

"Hari ini kami melaksanakan simulasi secara nyata untuk menguji standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.

Simulasi dilakukan dengan melibatkan 90 peserta yang merupakan komunitas bandara yang terdiri atas 88 dewasa dan dua anak. Awalnya, penumpang disimulasikan datang dari Bandara Incheon, Korea Selatan.

Baca juga: Kemenhub cek fasilitas Bandara Ngurah Rai untuk buka lagi rute internasional

Mereka menjalani seluruh prosedur yang telah ditetapkan sesuai SOP kedatangan penumpang dari luar negeri di Bandara Ngurah Rai. Begitu mendarat dan tiba di terminal kedatangan, para penumpang harus melewati prosedur pengecekan suhu tubuh melalui thermal scanner.

Penumpang dengan suhu badan 38 derajat celcius atau lebih rendah, dapat melanjutkan proses selanjutnya. Sedangkan mereka yang suhu badannya di atas 38 derajat celcius, diarahkan menuju ruang pemeriksaan lanjutan.

Apabila hasil observasi menunjukkan sehat, penumpang tersebut dapat melanjutkan proses berikutnya. Sebaliknya, apabila hasil observasi menunjukkan yang bersangkutan tidak sehat, akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Tahap berikutnya adalah konter registrasi, di mana para penumpang akan dilayani oleh petugas dari Satgas COVID-19. Mereka melakukan input data dan petugas melakukan kontrol data serta print barcode.

Baca juga: Bandara Ngurah Rai siap buka penerbangan internasional

Lanjut pada proses berikutnya, penumpang harus melewati pemeriksaan dokumen kesehatan dan hotel karantina yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dengan melakukan barcode tapping.

Selanjutnya, para penumpang diarahkan untuk menjalani pemeriksaan RT-PCR di 20 bilik yang telah disiapkan pengelola bandara dan kemudian penumpang menuju konter imigrasi untuk pemeriksaan dokumen keimigrasian dan pemindaian barcode electronic customs declaration oleh petugas Bea Cukai.

Setelah itu, para penumpang ditempatkan di holding area selama menunggu hasil RT-PCR sebelum bisa meninggalkan kawasan bandara untuk menuju hotel karantina. Di ruang tunggu ini juga akan dilakukan pendataan oleh pihak hotel karantina yang diperkirakan membutuhkan waktu 60 menit.

Novie Riyanto menjelaskan, dari pelaksanaan simulasi tersebut, pihaknya akan melakukan rapat sebelum mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi tentang apa yang harus dievaluasi dalam pelaksanaan pelayanan penumpang internasional.

Dalam pembukaan penerbangan internasional, pihaknya melaksanakan pengaturan sangat detail dan berhati-hati sehingga SOP dapat berjalan dengan baik dan dapat mencegah penyebaran pandemi COVID-19

"Kami mengatur sangat detail, termasuk pengaturan slot penerbangan, bagaimana alur penumpang berjalan dari dalam, bagaimana dan berapa lama proses PCR dilakukan. Oleh karena itu kami lakukan simulasi ini sehingga nanti pada pelaksanaan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Novie Riyanto.

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2021