Pemerintah Kabupaten Badung di Provinsi Bali sedang menambah tempat isolasi terpusat bagi penderita COVID-19 di wilayahnya.

"Kami menindaklanjuti arahan dari Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang menekankan agar daerah berupaya untuk menempatkan masyarakat terkonfirmasi COVID-19 terpusat di lokasi isolasi terpusat dan sebisa mungkin tidak ada istilah isolasi mandiri," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa sebagaimana dikutip dalam siaran pers Humas Pemerintah Kabupaten Badung yang diterima di Mangupura, Senin.

Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan tambahan tempat isolasi terpusat (isoter) dengan 300 tempat tidur di mes mahasiswa Universitas Udayana dan fasilitas karantina dengan 200 tempat tidur di Hotel Fashion Kuta.

"Kami mengambil langkah cepat berkoordinasi dengan pihak Rektor Unud. Penambahan isoter di Rusunawa Unud dengan kapasitas 300 bed dalam waktu dekat sudah bisa digunakan," kata Adi Arnawa. 

Baca juga: Gubernur Bali larang OTG isolasi mandiri di rumah hindari penularan

Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Gubernur Bali untuk difasilitasi tambahan isoter dan Gubernur memberikan tempat di Hotel Fashion Kuta, kapasitas 200 bed (tempat tidur)," ia menambahkan.

Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan fasilitas isolasi terpusat dengan 35 tempat tidur di Wisma Pelatihan Kementerian Agama di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi.

Adi Arnawa mengatakan bahwa saat ini sudah ada lima tempat isolasi terpusat untuk penderita COVID-19 di Kabupaten Badung.

"Kami harapkan dengan penambahan tempat isolasi terpusat ini tidak ada lagi yang terkonfirmasi positif melakukan isoman (isolasi mandiri), harus (menggunakan fasilitas) isoter," katanya.

Baca juga: Menko Luhut minta Bali perbanyak isolasi terpusat

Kepala Dinas Kesehatan Badung I Nyoman Gunarta menjelaskan bahwa pemerintah daerah menyiagakan petugas serta ambulans, tabung oksigen, dan alat pelindung diri di tempat isolasi terpusat.

Selain menambah fasilitas isolasi terpusat, Pemerintah Kabupaten Badung menggiatkan pemeriksaan dan pelacakan kasus COVID-19 di wilayahnya.

"Penguatan pelacakan kontak erat juga akan dilakukan upaya dengan membentuk Tim Tracing dan Testing (T2) berbasis desa dengan Koordinator perbekel, lurah, dan bendesa adat, melibatkan Babinsa atau Bhabinkamtibmas sebagai anggota Tim Tracing dan Testing untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat," katanya.

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2021