Senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah Made Mangku Pastika mengatakan generasi muda di Pulau Dewata harus sudah melirik dan bahkan mau menggeluti dunia wirausaha agar tidak semakin menambah deretan pengangguran yang terjadi.

"Dengan berwirausaha, kita akan mampu menciptakan lapangan kerja, paling tidak bagi diri sendiri dulu, sehingga tidak justru menjadi benalu bagi keluarga dan lingkungan," kata Pastika di Denpasar, Kamis.

Menurut anggota Komite 2 DPD itu, negara seperti Singapura dan Amerika Serikat itu bisa menjadi sebegitu maju karena juga didukung jumlah wirausahanya yang banyak.

"Wirausaha ini menjadi isu yang sangat sentral ke depan. Terlebih Bali yang tidak memiliki sumber daya alam seperti tambang dan minyak, sehingga tumpuan utama Bali tentu dari sisi SDM Bali yang sesungguhnya relatif pintar-pintar," ujar Pastika.

Baca juga: Undhira Badung-Bali berupaya wujudkan "Entrepreneur University"

Mantan Gubernur Bali dua periode itupun mengharapkan peran strategis dari berbagai perguruan tinggi supaya mampu mencetak wirausaha-wirausaha muda.

"Jadi, nanti para lulusannya bukan sekadar bawa map kemana-mana dan menambah pengangguran. Bukan hanya menjadi pekerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja," ucapnya dalam penyerapan aspirasi secara virtual bertajuk Pengembangan Jiwa Wirausaha itu.

Pastika pun memprediksi ke depan bisa terjadi sangat sedikit yang mau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena orang akan berpikir untuk menghabiskan waktu dan uang untuk kuliah jika akhirnya setelah lulus harus menganggur.

Dengan kecanggihan teknologi informasi seperti saat ini, siapapun dapat dengan mudah untuk belajar dan mendapatkan informasi apapun melalui internet.

Apalagi di tengah kondisi pandemi saat ini yang tidak akan berakhir dalam waktu setahun atau dua tahun ke depan ini, maka bagi Pastika, semakin penting kehadiran dari para wirausaha karena mereka bisa mengubah tantangan menjadi peluang.

Mantan Kapolda Bali ini mencontohkan betapa saat sekarang ini ketika faktor kesehatan memegang peranan yang terpenting, maka China dapat mengambil peluang dan menargetkan bisa menjual hingga 5 miliar dosis vaksin.

Baca juga: Unud kembangkan jiwa kewirausahaan mahasiswa

Sementara itu, akademisi dari Inkubator Bisnis Stispol Wira Bhakti Denpasar I Wayan Sugiartana ST, MT, mengatakan di kampus setempat, para mahasiswa sudah mulai dikenalkan soal wirausaha sejak semester 2.

"Untuk pembentukan inkubator bisnis ini awalnya kami menggandeng bapak angkat. Kami belajar dari mereka dari sisi produksi, pemasaran dan sebagainya," ucapnya.

Di sisi lain, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) Bali sebelum pandemi cenderung kecil yang berkisar antara satu hingga dua persen.

Bahkan pada Agustus 2019, Bali merupakan provinsi dengan tingkat pengangguran terendah di Indonesia, yaitu dengan TPT hanya sebesar 1,57 persen.

Namun, akibat pandemi COVID-19, Bali yang selama ini hidup dari pariwisata, angka TPT-nya pun meningkat tajam menjadi 5,63 persen pada 2020.
 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2021