Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan uji coba tahunan penyampaian informasi kebencanaan melalui SMS di Bandung, Jawa Barat.

"SMS adalah salah satu metode penyampaian informasi bencana yang efektif dan sangat bermanfaat sebagai mitigasi sehingga diharapkan dapat mengurangi dampak korban jiwa dan harta benda," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Kominfo, Ahmad Ramli, dalam siaran pers, Jumat.

Uji coba SMS blast ini dilakukan oleh Direktorat Pengembangan Pitalebar, Ditjen PPI, sesuai dengan amanat dari Peraturan Menteri Kominfo Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyampaian Informasi Kebencanaan Melalui Jaringan Bergerak Seluler.
 
Baca juga: Kominfo catat 1.028 hoaks COVID-19


Pasal 13 ayat (2) Permenkominfo tersbeut menyebutkan bahwa uji coba penyampaian informasi kebencanaan dilaksanakan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun untuk setiap tahun berikutnya.

Kementerian sejak 2016 sudah memmbangun Sistem Penyampaian Informasi Bencana, bekerja sama dengan penyedia informasi bencana antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika untuk gempa dan tsunami; Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk kebakaran hutan dan lahan; Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta untuk banjir; Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk bencana nasional.

Sistem tersebut juga terhubung dengan operator seluler Telkomsel, Indosat, XL dan Hutchison 3 sehingga pesan dapat disebarkan dalam bentuk SMS.

Uji coba tahun ini berlangsung di Sheraton Hotel Bandung and Tower, mencakup kelurahan Dago dalam radius sekitar 2 kilometer.

Baca juga: Kemenkominfo ajak UMKM manfaatkan digital tembus pasar global

Hasil rekapitulasi uji coba tahun ini, SMS yang dikirimkan oleh operator seluler selama 30 menit berjumlah 13.239 oleh Telkomsel, Indosat 5.203, XL 2.927 dan Hutchison 3 8.665.

Pesan yang diterima masyarakat dalam uji coba tersebut berbunyi "Pesan ini adalah UJI COBA Diseminasi Informasi Bencana melalui SMS di sebagian wilayah Kota Bandung. Kementerian Kominfo - BNPB - Operator Telekomunikasi".

Pelaksana tugas Direktur Pengembangan Pitalebar, Ditjen PPI, Marvels Situmorang menyatakan perwakilan dari BMKG, KLHK, BNPB dan BPBD DKI Jakarta berpendapat pemberitahuan informasi bencana melalui SMS sangat efektif, tepat dan perlu dilanjutkan.

Kominfo sedang menjajaki pengembangan media lain untuk menyampaikan informasi becana, salah satunya dengan lembaga penyiaran TVRI pada akhir tahun ini. Tahun mendatang, Kominfo berencana untuk bekerja sama dengan televisi swasta dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk bencana gempa vulkanik dan erupsi gunung berapi.
 



 

Pewarta: Natisha Andarningtyas

Editor : I Komang Suparta


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020