Nusa Dua (Antara Bali) - Polisi Pariwisata di Bali masih minim yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris sesuai dengan tuntutan profesinya.

Kassubdit Wisata Direktorat pengamanan objek vital (Ditpamobvit) Polda Bali AKBP Ida Bagus Djajati, Jumat mengatakan, dari keseluruhan jumlah personel pamobvit, hanya beberapa orang yang mampu berbahasa Inggris deengan baik.

"Memang masih sedikit petugas kami yang mampu berbahasa Inggris, padahal bahasa asing itu sangat menunjang tugas mereka di lapangan yang pasti selalu ketemu dengan wisatawan asing," ujarnya seusai mewakili penandantanganan MoU pelatihan bahasa Inggris oleh Bali Hotel Association (BHA) di Nusa Dua.

Djajati mengatakan, anggota Ditpamobvit Polda Bali yang akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris gratis yang digelar oleh BHA dan London Academy berjumlah sekitar 10 personel.

"Kerja sama yang ditawarkan oleh BHA dan London Academy kebetulan sangat bermanfaat bagi tugas kami, kenapa tidak kita manfaatkan kesempatan ini. Karena kami sendiri merasa masih kurang lancar bahasa Inggris," ujarnya.

Lanjut Djajati, kedepan polisi pariwisata akan semakin dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin sesuai dengan tugasnya sebagai polisi yang menjaga keamanan di obyek vital dan berhubungan dengan wisatawan asing.

Minimnya kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki oleh polisi pariwisata itu dilihat dari jumlah personel di Ditpamobvit yang berjumlah sekitar 125 personel, namun yang mampu berbahasa Inggris dengan baik hanya sekitar 10 orang saja.

Djajati mengakui, jika sebagian anggota polisi pariwisata dalam prakteknya di lapangan masih menggunakan bahasa Inggris yang terkesan seadanya.

Meski masih kurang mampu dalam berbahasa Inggris, namun kata Djajati, di internal Ditpamobvit juga kerap diselenggarakan kegiatan kursus bahasa asing seperti bahasa Jepang dan bahasa Inggris yang dilakukan di kantor oleh tenaga pengajar dari internal Polri. (PWD/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012