Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar, menyebutkan sebanyak 37 Pekerja Migran Indonesia/PMI (WNI) yang bekerja sebagai terapis spa sejak tahun 2019 hingga kini masih berada di China.

"PMI yang berangkat di tahun 2019 ke China sebanyak 37 orang, dominan dari sektor Spa Therapist dan perhotelan, saat ini kita masih menunggu informasi dari KBRI Beijing," kata Kepala BP3TKI Denpasar, Soleh Hidayat usai dikonfirmasi di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan bahwa untuk bulan Januari 2020, belum ada calon PMI yang diberangkatkan menuju China. Apabila ditemukan ada calon PMI yang mendaftar, untuk keberangkatannya akan ditahan sementara waktu.

Baca juga: Menlu: evakuasi WNI dari Wuhan dilakukan dalam 24 jam

Adapun asal dari 37 PMI diantaranya lima orang berasal dari Badung, empat orang dari Bangli, lima dari Buleleng, dua orang dari Kota Denpasar, sebanyak 12 orang dari Gianyar, ada empat dari Jembrana, satu orang dari Karangasem, satu orang berasal dari Klungkung dan dua lainnya dari Tabanan serta satu orang lagi berasal dari Banyuwangi.

Sedangkan untuk sektor pekerjaannya, yaitu sebanyak 13 untuk sektor terapis spa, sembilan orang PMI sektor terapis, 11 orang sektor bamboo worker, satu orang sebagai spa trainer, satu operation manager, satu orang sales manager dan satu orang asisten manajer.

Selain itu, terkait dengan keluarga para PMI yang berangkat ke China hingga saat ini, kata dia belum mendatangi kantor BP3TKI.

"Belum ada dari pihak keluarga yang menanyakan, ada kemungkinan para PMI sudah berkomunikasi langsung dengan keluarga masing - masing," katanya.

Ia mengatakan bahwa biaya pemulangan para PMI di China, sudah disiapkan oleh Pemerintah Pusat jika ada yang dipulangkan namun sementara ini melihat kondisi jalur penerbangan yang ditutup.
 

Pewarta: Ayu Khania Pranishita

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020