Sebanyak 412 wisudawan dari berbagai program studi yang mengikuti upacara wisuda ke-60 Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, di Auditorium Undiksha, Sabtu, dituntut untuk kompetitif dalam keilmuan (unggul) dan kompetitif dalam karakter.
"Setelah menyandang gelar akademik, para sarjana harus memiliki good interpersonal skill yang menjadi salah satu modal dalam menghadapi persaingan global," kata Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd.
Sejauh ini, kata Rektor Jampel, Undiksha telah mewujudkan SDM unggul dengan melaksanakan terobosan-terobosan baik dari sisi input, proses, output, dan outcome. Diawali dengan sistem rekrutmen yang profesional hingga peningkatan kualitas SDM yang dilakukan melalui pelatihan-pelatihan, studi lanjut, dan program-program peningkatan SDM unggul lainnya.
Salah satu program yang dicanangkan tahun ini adalah Internationalization at Home. Program yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman internasional SDM Undiksha yang menjadi tuntutan global saat ini.
"Dengan ini, daya saing SDM Undiksha meningkat seiring perubahan zaman yang semakin kompleks. Hal ini sesuai dengan visi Undiksha yaitu unggul berlandasakan falsafah Tri Hita Karana di Asia pada tahun 2045," jelas Jampel.
Baca juga: FK Undiksha raih medali perak pada "AIG Competition" di Singapura
Selain program-program peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, digulirkan pula program peningkatan karakter bagi SDM di lingkungan Undiksha melalui program "character building" bagi pendidik dan tenaga kependidikan serta mahasiswa.
Dengan kata lain, SDM Undiksha didorong mampu kompetitif secara keilmuan dan juga kompetitif dalam karakter. Seiring meningkatnya kompetisi global di era revolusi industri 4.0, yang diwarnai perubahan semakin cepat, persaingan semakin tajam, maka kebutuhan akan SDM yang berkualitas tidak dapat terelakan.
"Pendidikan tinggi sebagai lini terakhir pendidikan harus mampu membentuk SDM yang jujur, pekerja keras, kolaboratif, solutif, dan entrepreneurship. Ini yang juga menjadi perhatian serius Undiksha," kata rektor kelahiran tahun 1959 itu.
Sebagai salah satu pendidikan tinggi yang bersandar pada keluhuran nilai-nilai pendidikan, Undiksha sejak awal telah menjadikan kualitas SDM sebagai bagian terintegrasi dari pengembangan kelembagaan tak terkecuali kualitas lulusan.
Baca juga: Undiksha cetak mahasiswa berkarakter lewat "outbond"
Undiksha melalui lulusannya, sangat mengutamakan penanaman nilai-nilai kebaikan dan kebijaksanaan sebagai inti dari pendidikan karakter dan jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan melahirkan lulusan yang kompeten namun tidak berkarakter.
"Dengan kata lain lulusan Undiksha harus unggul dan berkarakter," katanya. Jika hal tersebut dapat dilakukan dengan baik, diyakini pembangunan nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang universal juga akan terealisasi dengan optimal.
Pada wisuda kali ini, lulusan berprestasi pamuncak tingkat universitas diraih I Wayan Adi Sparta, M.Kom., Program Studi Ilmu Komputer, Jenjang Pendidikan Magister, IPK: 3,81 dengan masa studi 2 tahun, predikat Pujian.
Berikutnya; Komang Eva Suryastini, S.Pd., Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jenjang Pendidikan Sarjana, IPK: 3,74, dengan masa studi 3 tahun 11 bulan, predikat Pujian; dan I Gede Leorendra Arya Mahasaputra, A.Md., Program Studi Manajemen Informatika, Jenjang Pendidikan Diploma III, IPK: 3,62, masa studi 2 tahun 11 bulan, predikat Pujian.
Baca juga: Dua mahasiswa Undiksha lolos ikuti pertukaran ke Jepang
Setelah wisuda usi, Adi Sparta mengharapkan Undiksha bisa semakin baik dan semakin berdaya saing, termasuk mampu mewujudkan visi yang sering digaungkan. Tidak kalah penting lagi menurutnya, dalam rangka mendukung pembelajaran, peningkatan sarana prasarana juga dipandang perlu untuk mendapatkan perhatian.
"Saya sangat bangga bisa menempuh pendidikan disini. Sekarang pembelajaran sudah baik, tetapi tetap diharapkan kedepan bisa semakin baik lagi," tuturnya.
Hal senada juga diutarakan Eva Suryastini. "Semoga Undiksha bisa lebih baik lagi," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019
"Setelah menyandang gelar akademik, para sarjana harus memiliki good interpersonal skill yang menjadi salah satu modal dalam menghadapi persaingan global," kata Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd.
Sejauh ini, kata Rektor Jampel, Undiksha telah mewujudkan SDM unggul dengan melaksanakan terobosan-terobosan baik dari sisi input, proses, output, dan outcome. Diawali dengan sistem rekrutmen yang profesional hingga peningkatan kualitas SDM yang dilakukan melalui pelatihan-pelatihan, studi lanjut, dan program-program peningkatan SDM unggul lainnya.
Salah satu program yang dicanangkan tahun ini adalah Internationalization at Home. Program yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman internasional SDM Undiksha yang menjadi tuntutan global saat ini.
"Dengan ini, daya saing SDM Undiksha meningkat seiring perubahan zaman yang semakin kompleks. Hal ini sesuai dengan visi Undiksha yaitu unggul berlandasakan falsafah Tri Hita Karana di Asia pada tahun 2045," jelas Jampel.
Baca juga: FK Undiksha raih medali perak pada "AIG Competition" di Singapura
Selain program-program peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, digulirkan pula program peningkatan karakter bagi SDM di lingkungan Undiksha melalui program "character building" bagi pendidik dan tenaga kependidikan serta mahasiswa.
Dengan kata lain, SDM Undiksha didorong mampu kompetitif secara keilmuan dan juga kompetitif dalam karakter. Seiring meningkatnya kompetisi global di era revolusi industri 4.0, yang diwarnai perubahan semakin cepat, persaingan semakin tajam, maka kebutuhan akan SDM yang berkualitas tidak dapat terelakan.
"Pendidikan tinggi sebagai lini terakhir pendidikan harus mampu membentuk SDM yang jujur, pekerja keras, kolaboratif, solutif, dan entrepreneurship. Ini yang juga menjadi perhatian serius Undiksha," kata rektor kelahiran tahun 1959 itu.
Sebagai salah satu pendidikan tinggi yang bersandar pada keluhuran nilai-nilai pendidikan, Undiksha sejak awal telah menjadikan kualitas SDM sebagai bagian terintegrasi dari pengembangan kelembagaan tak terkecuali kualitas lulusan.
Baca juga: Undiksha cetak mahasiswa berkarakter lewat "outbond"
Undiksha melalui lulusannya, sangat mengutamakan penanaman nilai-nilai kebaikan dan kebijaksanaan sebagai inti dari pendidikan karakter dan jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan melahirkan lulusan yang kompeten namun tidak berkarakter.
"Dengan kata lain lulusan Undiksha harus unggul dan berkarakter," katanya. Jika hal tersebut dapat dilakukan dengan baik, diyakini pembangunan nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang universal juga akan terealisasi dengan optimal.
Pada wisuda kali ini, lulusan berprestasi pamuncak tingkat universitas diraih I Wayan Adi Sparta, M.Kom., Program Studi Ilmu Komputer, Jenjang Pendidikan Magister, IPK: 3,81 dengan masa studi 2 tahun, predikat Pujian.
Berikutnya; Komang Eva Suryastini, S.Pd., Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jenjang Pendidikan Sarjana, IPK: 3,74, dengan masa studi 3 tahun 11 bulan, predikat Pujian; dan I Gede Leorendra Arya Mahasaputra, A.Md., Program Studi Manajemen Informatika, Jenjang Pendidikan Diploma III, IPK: 3,62, masa studi 2 tahun 11 bulan, predikat Pujian.
Baca juga: Dua mahasiswa Undiksha lolos ikuti pertukaran ke Jepang
Setelah wisuda usi, Adi Sparta mengharapkan Undiksha bisa semakin baik dan semakin berdaya saing, termasuk mampu mewujudkan visi yang sering digaungkan. Tidak kalah penting lagi menurutnya, dalam rangka mendukung pembelajaran, peningkatan sarana prasarana juga dipandang perlu untuk mendapatkan perhatian.
"Saya sangat bangga bisa menempuh pendidikan disini. Sekarang pembelajaran sudah baik, tetapi tetap diharapkan kedepan bisa semakin baik lagi," tuturnya.
Hal senada juga diutarakan Eva Suryastini. "Semoga Undiksha bisa lebih baik lagi," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019