Bupati Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan Pura Dalem Desa Adat Nungnung, Kecamatan Petang, Badung.

"Bantuan ini merupakan salah satu motivasi yang kami berikan kepada masyarakat agar terus bersatu membangun wilayah desanya," ujarya dalam keterangan Humas Badung yang diterima di Mangupura, Selasa.

Selain menyerahkan bantuan hibah,  Giri Prasta bersama masyarakat Desa Adat Nungnung, juga melaksanakan aksi bersih-bersih dan gotong-royong di kawasan jalan subak Nungnung.

Ia mengatakan, kegiatan yang melibatkan unsur masyarakat, petugas desa adat, kelian atau kepala banjar adat dan dinas serta tokoh desa setempat itu merupakan bagian dari program kabupaten badung yaitu Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih yang rutin dilakukan pada minggu pertama setiap bulannya.

"Kegiatan di Nungnung ini juga bertalian dengan program kegiatan salah satunya pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang nantinya dapat meningkatkan pendapatan perkapita petani," kata Giri Prasta.

Menurutnya, dalam pembangunan JUT, telah dilakukan kajian dengan baik oleh Dinas PUPR Badung. Untuk itu, ia berterima kasih kepada masyarakat yang telah membuka jalan ini, dan yang tak kalah pentingnya terima kasih kepada masyarakat pemilik lahan.

"Bagi kami ini merupakan kegiatan yang sangat baik dan pemerintah akan menuntaskan JUT ini," ujarnya.

Baca juga: Bupati Badung bantu Pura Desa dan Pura Puseh Adat Kerobokan

Sementara itu, Bendesa atau Kepala Desa Adat Nungnung, I Wayan Joni mengatakan, pihaknya berterima kasih atas bantuan hibah yang diberikan Pemkab Badung kepada masyarakat Desa Adat Nungnung.

Ia menjelaskan, bantuan Rp2 miliar itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan pelinggih di Pura Dalem dan sejumlah renovasi yaitu, padmasana, gedong dalem, paruman, bale lantang, bale penganteg, apit lawang, bale kulkul, penyengker di jaba sisi dan sisi barat serta candi bentar, termasuk penataan areal pura.

"Untuk pembangunannya akan kami mulai lakukan pada tanggal 3 September besok daln diperkirakan akan membutuhkan waktu selama 3,5 bulan," katanya.

Baca juga: Desa Pakraman Nongan-Karangasem gelar ritual "Ngusaba Dalem"
 

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019