Grup kesenian "Tunas Mekar" asal Colorado, Amerika Serikat memeriahkan pergelaran seni budaya Bali untuk kedua kalinya dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41.

"Dulu pertama kali dimulai dari tahun 1988, dengan nama Denver Gamelan dan sekarang namanya sudah berubah menjadi Gamelan Tunas Mekar dan pentas di PKB yang pertama tahun 1996," kata Guru Gamelan dari Grup Tunas Mekar, I Made Lasmawan, di Denpasar, pada Jumat.

Grup Tunas Mekar asal Colorado ini pertama kali dibentuk tahun 1988, dengan generasi pertama yang sudah digantikan. Saat ini, sudah tumbuh generasi kedua dengan jumlah penabuh Gamelan sekitar 26 orang warga Amerika Serikat.

Selain 26 orang penabuh, mereka dibantu tiga pemain suling dan satu orang pemain rebab dari Bali, sedangkan untuk penari yaitu empat orang berasal dari Bali, tiga penari Bali yang lama di Amerika.


 
Seniman asal Amerika Serikat (AS) memainkan gamelan khas Bali saat mengiringi Tari Legong Catur Dewi Manik Galih dalam pagelaran Pesta Kesenian Bali ke-41 di Taman Budaya Denpasar, Bali, Jumat (21/6/2019). Sebanyak 26 seniman AS yang tergabung dalam Grup Tunas Mekar tampil berkolaborasi dengan 19 seniman Bali pada ajang festival seni budaya tahunan tersebut. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/aww.


Penampilan kedua setelah tahun 1996 ini, Grup Tunas Mekar mementaskan dua jenis gambelan Bali, pertama gambelan angklung dan kedua gambelan gong kebyar.

"Pada gambelan angklung kita menampilkan satu tabuh tradisi "lasan megat yeh", terus dilanjutkan dengan Gamelan tari Bali lainnya, seperti Tari Panyembrahma, Tari Teruna Jaya dan tari kreasi lainnya ," Jelasnya.

Baca juga: Teater tari Yunnan-China meriahkan PKB 2019

Ia juga mengatakan, beberapa Gamelan hasil karya nya dan karya dari anak - anaknya memadukan beberapa alur musik atau disebut "Gending" tanpa meninggalkan pakem - pakem Bali.

"Komposisi 80 persen ke tradisi, dan sisanya kreasi modern, dari karya Gamelan yang saya buat bersama murid dari Amerika ini, " ungkapnya.

Para penabuh yang sebagian juga bekerja di Los Angeles itu mulai menggabungkan Gending untuk penampilannya di PKB pada bulan November 2018. Beberapa diantaranya, ada yang bisa berbahasa Indonesia dan juga bahasa Bali.

"Jadi dengan di gaungkan nya kembali Gamelan Bali ini, untuk membuktikan bahwa tradisi Bali dan budanya, sangat dan diminati dan sangat terikat, " kata I Made Lasmawan.

Baca juga: Gubernur Bali: Pesta Kesenian untuk tebarkan spirit toleransi (video)
 

Pewarta: Ayu Khania Pranishita

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019