"Bhaerawa adalah Jalanku" adalah sebuah buku karya sastra yang menjadi pilar untuk bisa memahami dan mengupas simbol-simbol dari ajaran Bhaerawa yang selama ini sudah disalahkaprahkan pengertiannya.

Buku setebal 144 halaman karya Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti telah dibedah di Denpasar (30/5) yang dihadiri oleh pemuka agama, budayawan dan undangan lainnya, sebagaimana keterangan pers panitia bedah buku yang diterima, Jumat.

Menurut panitia bedah buku tersebut, Jero Mangku Ketut Suryadi, buku tersebut memaparkan simbol ajaran Bhaerawa dengan bahasa yang sederhana, dan akan memudahkan pembaca memahami dari sebuah buku ini.

"Bedah buku ini kami lakukan dalam upaya untuk mengulas, mengungkap, mencerna, mendalami suatu ajaran kuno yang baru pertama kali dipublikasikan ke masyarakat, yakni ajaran-ajaran yang selama ini dianggap paling rahasia dan misterius, yakni 'Bhaerawa'," katanya.

Sementara itu, penulis buku Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti mengatakan karya sastra ini sebagai bentuk sumbangan pemikiran bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia mengatakan buku tersebut dapat menjadi rujukan, perbandingan dan perluasan wawasan cakrawala berpikir yang berujung pada penguatan praktek budaya keagamaan.

"Saya harapkan buku ini menjadi sebuah referensi bagi masyarakat dalam mempelajari praktek budaya yang kita lihat sehari-hari dan pemahaman makna dari keanekaragaman wujud nyata penghayatan dan pengamalan ajaran leluhur," katanya.

Pewarta: I Komang Suparta

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019