Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Provinsi Bali menyelenggarakan pameran ratusan mobil dan motor klasik di Lapangan Margarana Renon, Kota Denpasar, 18 Mei 2019 untuk menyambut peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Ketua Umum PPMKI Provinsi Bali, Agus Pendit di Gianyar, Bali, Rabu (15/5), mengatakan kegiatan pameran ratusan mobil dan motor klasik adalah pertama kali diadakan dalam rangka menyemarakkan Hari Kebangkitan Nasional.

"Pameran ini kami selenggarakan yang pertama kali. Dan pada kegiatan tersebut juga akan diselenggarakan lomba mobil dan motor klasik antar-klub yang ada di Bali dan luar Bali," ujar Agus Pendit didampingi Penasehat Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI Bali) Jos Dharmawan.

Jos Dharmawan lebih lanjut mengatakan acara ini bermula dari saran Kapolda Bali selaku pelindung PPMKI di Bali saat perayaan HUT PPMKI pada 7 April lalu di Mapolda Bali.

"Kapolda menyarankan agar PPMKI melaksanakan kegiatan lain, selain 'touring, seperti gathering dan display' dengan komunitas mobil lainnya sambil bertukar informasi dan menikmati hiburan. Kemudian ide ini ternyata disambut baik pula oleh Wakil Gubernur Bali Cok Ace selaku Pembina PPMKI di Bali," ujar Jos Darmawan.

Ia mengatakan acara kali ini dilaksanakan bertepatan dengan bulan Mei yang merupakan Hari Kebangkitan Nasional. Pihak PPMKI berkolaborasi dengan Polda Bali mengemas acara pameran mobil antik, motor antik beserta klub-klub mobil di Bali lainnya.

"Kami akan menghadirkan 500 mobil dari 34 klub mobil dan 500 motor dari 63 klub dan komunitas yang ada di Pulau Dewata. Selain itu ada perlombaan menarik untuk merebutkan piala bergilir Kapolda Bali. Tanpa support dari Polda Bali, acara ini tentunya tidak akan terlaksana," ujar Jos.

Agus Pendit menambahkan, lewat acara tersebut, pihaknya ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa komunitas pecinta mobil dan motor adalah komunitas yang taat berlalulintas, selalu menjaga keselamatan, serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Walaupun Pemilu 2019 lalu kami berbeda pilihan, kami tetap saling menghargai dan merajut kebersamaan sesama komunitas. Acara ini juga untuk "cooling down" pasca-Pemilu 2019. Tepat di Hari Kebangkitan Nasional, kami menyatakan rasa kebangsaan kami sebagai Bangsa Indonesia yang cinta Merah Putih, cinta Pancasila dan cinta NKRI. Kami berbeda suku, agama bahkan berbeda pilihan politik, kami tetap bersatu dalam perbedaan yang indah pada ikatan hobi yang sama serta dalam satu bingkai yaitu NKRI," katanya.

 

Pewarta: I Komang Suparta

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019