Kota Gianyar tahun ini kembali menggelar lomba sastra untuk para pelajar SD, SMP hingga SMA di Balai Budaya Gianyar, Kamis, sebagai bagian kegiatan HUT ke-248 Kota Gianyar,
Bahasa Bali sebagai bahasa ibu saat ini mungkin tidak terlalu diminati sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. Anak-anak cenderung diperkenalkan dengan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahkan jika mampu berbahasa Inggris sejak dini dianggap hebat, kata Plt. Kabid Dokumentasi Kebudayaan Dinas Kebudayaan Gianyar, Cokorda Dalem Krisnadi W, Kamis, di Gianyar, Kamis.
“Menanggapi fenomena itulah Dinas Kebudyaan Kabupaten Gianyar berupaya membangkitkan kecintaan terhadap Bahasa Bali melalui berbagai kegiatan dan lomba,” ujar Cok Dalem Krisnadi.
Lomba bahasa Bali diadakan selama 2 hari (25- 26 April 2019) bekerjasama dengan Widya Sabha Dharmagitha Kabupaten Gianyar dan penyuluh Bahasa Bali di Gianyar.
Adapun materi lomba, lanjut Cok Dalem Krisnadi, adalah lomba mesatua Bali untuk tingkat SD dengan juri Dek Agus Pasek Sudianta,S.Ag.Pd.H, Mangku Sujana,S.Ag dan Putu Suparini,A.Pd.M.Pd.B. Untuk lomba macecimpedan diikuti juga oleh tingkat SD dengan juri I Gusti Agus Susasa,S.Ag, Drs.A.A Gde Rai Sudadnya, I Wayan Pustika, dan Mangku Ketut Mara S.Pd.M.Pd.
Sedangkan untuk lomba ngrupak (menulis aksara Bali di lontar) diikuti oleh tingkat SMP dengan dewan juri Ni Made Widhi Astuti,SE, IB. Suarsa, S.Sg dan I Komang Sudiasa,S.Ag. M.Si.
Pada hari Kamis (26/4) dilombakan ngewacen lontar untuk tingkat SMA/SLTA dengan dewan juri I.B Putra Pudaharta S.Ag.M.Pd, Ni Wayan Sariani,S.Pd.M.Pd dan I.B Manobhawa S.Pd.B. sedangkan untuk lomba menulis cerpen Bali modern juga diikuti oleh tingkat SMA/SLTA dengan dewan juri Komang Sudiasa, S.Ag.M.Si , Drs. I Made Winarta M.Si dan Drs. Ngakan Ketut Kembar.
“Lomba ini juga untuk mendukung Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, selain juga bertujuan untuk lebih meningkatkan kecintaan terhadaap bahasa dan Sastra Bali” jelas Cok Dalem Krisnadi.
Kasi Pengkajian dan pengembangan Kebudayaan Disbud Gianyar, Ni Made Sitiari,SS juga menambahkan meski rutin digelar, dari tahun ke tahun lomba nyastra ini tidak sepi peminat maupun pengunjung. Hal ini terbukti dari banyaknya pengunjung pada tempat-tempat lomba.
Ditambahkan Made Sitiari, lomba ini juga bertujuan menjaring bibit- bibit potensial dalam bidang seni sastra Bali. Dan untuk juara pertama pada lomba ini berhak mewakili Kabupaten Gianyar pada ajang yang sama di PKB Bali 2019 nanti
Editor : I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019