Denpasar (Antara Bali) - Turis asing asal Australia banyak yang senang berlibur sambil menikmati keindahan alam Pulau Dewata melalui jalur perairan laut untuk kemudian merapat di Pelabuhan Tanjung Benoa, Denpasar.
"Sekitar satu persen turis asing yang datang langsung dari negaranya ke Bali selama 2011, tercatat melalui jalur laut," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Gede Suarsa di Denpasar, Selasa.
Wisatawan dari Negeri Kanguru yang terbanyak datang berlibur ke Bali melalui laut, mungkin karena jaraknya relatif dekat bahkan ada yang membawa kapal layar pribadi menyeberang ke Bali dan ke pulau lainnya di Nusantara.
Dalam data statistik wisatawan asing yang ditunjukkan, ada sebanyak 1.303.609 orang turis asing datang langsung ke Bali sejak Januari-Juni 2011, yang 12.773 orang di antaranya datang melalui laut.
Pelancong asal Australia tampaknya paling banyak yang datang berlibur menggunakan sarana transportasi laut, yakni 3.652 orang selama enam bulan I-2011, kemudian menyusul turis Inggris dan Jepang.
Pelancong asal Inggris yang datang lewat laut dan umumnya menumpang kapal mewah sebanyak 1.204 orang, dan dari Jepang hanya 364 orang. "Turis asing yang datang ke Bali lewat laut terbanyak dari Australia," kata dia, mengulangi.
Masyarakat Australia tercatat terbanyak di antara wisatawan mancanegara yang berlibur ke Pulau Dewata selama ini, yakni mencapai 348.489 orang enam bulan I-2011, bertambah 25,3 persen jika dibandingkan periode sama 2010.
Menyusul pelancong asal China yang berada di urutan kedua yakni tercatat 106.400 orang dalam periode awal 2011, bertambah 8,2 persen jika dibandingkan Januari-Juni 2010 yang hanya mencapai 98.528 orang.
Masyarakat Jepang yang selama ini paling banyak datang berlibur ke Bali, namun sejak beberapa tahun lalu, jumlahnya berkurang terus hingga sekarang dan kini melorot 26 persen menjadi hanya 88.605 orang Januari-Juni 2011.
Tidak diketahui pasti kenapa turis Jepang berkurang terus-menerus yang datang berlibur ke Bali, padahal promosi ke negeri itu tetap dilakukan, begitu pula penerbangan ke Jepang sudah diperbanyak volumenya.(**)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011
"Sekitar satu persen turis asing yang datang langsung dari negaranya ke Bali selama 2011, tercatat melalui jalur laut," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Gede Suarsa di Denpasar, Selasa.
Wisatawan dari Negeri Kanguru yang terbanyak datang berlibur ke Bali melalui laut, mungkin karena jaraknya relatif dekat bahkan ada yang membawa kapal layar pribadi menyeberang ke Bali dan ke pulau lainnya di Nusantara.
Dalam data statistik wisatawan asing yang ditunjukkan, ada sebanyak 1.303.609 orang turis asing datang langsung ke Bali sejak Januari-Juni 2011, yang 12.773 orang di antaranya datang melalui laut.
Pelancong asal Australia tampaknya paling banyak yang datang berlibur menggunakan sarana transportasi laut, yakni 3.652 orang selama enam bulan I-2011, kemudian menyusul turis Inggris dan Jepang.
Pelancong asal Inggris yang datang lewat laut dan umumnya menumpang kapal mewah sebanyak 1.204 orang, dan dari Jepang hanya 364 orang. "Turis asing yang datang ke Bali lewat laut terbanyak dari Australia," kata dia, mengulangi.
Masyarakat Australia tercatat terbanyak di antara wisatawan mancanegara yang berlibur ke Pulau Dewata selama ini, yakni mencapai 348.489 orang enam bulan I-2011, bertambah 25,3 persen jika dibandingkan periode sama 2010.
Menyusul pelancong asal China yang berada di urutan kedua yakni tercatat 106.400 orang dalam periode awal 2011, bertambah 8,2 persen jika dibandingkan Januari-Juni 2010 yang hanya mencapai 98.528 orang.
Masyarakat Jepang yang selama ini paling banyak datang berlibur ke Bali, namun sejak beberapa tahun lalu, jumlahnya berkurang terus hingga sekarang dan kini melorot 26 persen menjadi hanya 88.605 orang Januari-Juni 2011.
Tidak diketahui pasti kenapa turis Jepang berkurang terus-menerus yang datang berlibur ke Bali, padahal promosi ke negeri itu tetap dilakukan, begitu pula penerbangan ke Jepang sudah diperbanyak volumenya.(**)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011