Denpasar, (Antaranews Bali) - Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat daya saing ekspor kakao dari Jembrana melalui program pengembangan ekonomi lokal masyarakat yang diharapkan berkontribusi mendongkrak cadangan devisa negara.
     
"Keterlibatan dan partisipasi aktif petani serta dukungan Pemerintah Kabupaten Jembrana merupakan salah satu prasyarat keberhasilan program. Untuk itu kami akan memastikan sinergitas berjalan lancar," kata Kepala Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana di Denpasar, Kamis. 
     
Program penguatan itu diberikan melalui bantuan fisik berupa bibit dan alat mesin pertanian seperti "cultivator", alat pemotong rumput, "handsprayer" aki, gunting galah dan ranting, kereta dorong, peralatan "quality control", timbangan elektrik, serta alat pengukuran pH tanah dan unsur hara.
     
Bantuan itu diserahkan kepada anggota subak yang tergabung dalam Koperasi Kerta Semaya Samaniya melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) pada Rabu (31/10). Selain bantuan fisik, bank sentral itu juga memberikan bantuan non fisik seperti penguatan manajemen kelompok dan keterampilan budidaya.
     
Menurut Causa, bantuan yang diberikan merupakan tindak lanjut dari bantuan sebelumnya berupa bibit kakao sebanyak 4.000 pohon yang didatangkan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember pada Mei 2018.
     
Bupati Jembrana I Putu Artha yang turut hadir dalam kesempatan itu mengahrapkan bantuan tersebut dapst dimanfaatkan optimal oleh petani untuk menggarap kakao sehingga dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat.  "Dengan luasnya lahan perkebunan di Jembrana yang masih potensial untuk dikembangkan, kiranya komoditas kakao ini masih dapat terus dikembangkan," ujar Artha.
     
Sejak tahun 2011, para petani di subak-subak abian yang tergabung dalam Koperasi Kerta Semaya Samaniya melaksanakan program kakao lestari.   Mereka berupaya membudidayakan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan khususnya yang berada di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. 
     
Dengan pendampingan intensif oleh Yayasan Kalimajari, Koperasi KSS berhasil mengantongi sertifikasi UTZ sebagai penanda petani kakao di Jembrana telah menerapkan pertanian berkelanjutan.  Dan menerapkan metode budidaya organik, produk dari para petani kakao Jembrana kini telah berhasil menembus sejumlah pasar ekspor antara lain ke Perancis dan Jepang.
     
Hal ini tidak terlepas dari kualitas biji kakao Jembrana yang diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia bersama kakao dari Ghana dan Pantai Gading, serta mendapatkan pengakuan dari Cocoa of Excellence, sebuah LSM internasional pemerhati kakao dunia.

Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018