Denpasar (Antaranews Bali) - Kantor SAR Denpasar, Bali mengirim 15 personel untuk bergabung dengan petugas lainnya dalam membantu proses evakuasi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Penempatan tim penyelamat dari Denpasar menyesuaikan dengan arahan koordinator SAR di lapangan," kata Kepala SAR Denpasar Ketut Gede Ardana di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan personelnya siap membantu mengevakuasi para pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani atau menangani korban tertimbun runtuhan bangunan.

Para personel SAR Denpasar yang dikirimkan ke Lombok tersebut sudah dilengkapi dengan keahlian dan peralatan, di antaranya peralatan ekstrikasi, "mountaineering" atau peralatan yang biasa digunakan untuk panjat tebing atau pendakian gunung dan peralatan SAR pendukung lainnya

Ardana menuturkan berdasarkan informasi dari Kantor SAR Mataram, masih ada pendaki yang terjebak di jalur pendakian Gunung Rinjani karena akses jalan tertutup longsor pascagempa yang berpusat di timur laut Lombok Timur.

Saat ini, kata dia, hanya jalur dari Sembalun yang menjadi alternatif untuk evakuasi para pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani.

Dia menjelaskan ratusan pendaki tersebut tidak hanya dari Indonesia melainkan juga dari sejumlah negara yang membutuhkan bantuan untuk segera dievakuasi di Danau Segara Anak dan Pelawangan.

Pada Minggu (29/7) sekitar pukul 07.06 Wita, gempa bumi berkekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Bali, dan Sumbawa.

Gempa tersebut berpusat 28 kilometer timur laut Kabupaten Lombok Timur, NTB, tepatnya di 8,26 lintang selatan dan 116,55 bujur timur pada kedalaman sekitar 10 kilometer.

BPBD NTB mencatat korban tewas akibat bencana itu 16 orang hingga Minggu (29/7) malam dan puluhan korban mengalami luka-luka. (WDY)

Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018