Denpasar (Antaranews Bali) - Rektor Universitas Hindu Indonesia Denpasar Prof Dr drh I Made Damriyasa MS berkomitmen untuk membawa kampus setempat menjadi universitas unggul di Indonesia.

"Oleh karena itu, yang perlu dibenahi adalah mulai dari tata kelola organisasinya, kualitas SDM, maupun pengembangan program studi yang dibutuhkan masyarakat," kata Prof Damriyasa usai menjalani prosesi pelantikan sebagai Rektor Unhi Denpasar masa bakti 2018-2022 itu, di Denpasar, Kamis.

Damriyasa yang mencatatkan sejarah baru karena terpilih menjadi Rektor Unhi dari kalangan eksternal kampus itu mengajak segenap civitas akademika untuk merealisasikan visi menjadi universitas unggulan di tingkat regional bahkan global, serta menjadikan Unhi sebagai pusat pengkajian serta pengembangan agama dan kebudayaan Hindu. 

"Untuk merealisasikannya, tentu harus dilaksanakan dengan mengadopsi kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi. Semua ini ujung-ujungnya adalah dengan membangun budaya mutu," ucap lulusan Justus Liebig Universitat Giessen Jerman ini.

Akademisi yang juga mantan Pembantu Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana itu menambahkan, agar menjadi universitas unggulan di tingkat regional, ukurannya dapat dilihat dari riset yang dilakukan dan akreditasi serta paling tidak telah tersertifikasi Asian University Network.

Sedangkan untuk pengembangan program studi yang sesuai dengan kebutuhan pasar, dicontohkan dengan mengembangkan program studi fisioterapi dan keperawatan yang berada di bawah Fakultas Kesehatan. Di samping juga perlu penambahan program studi Teknik Informatika, selain prodi Teknik Sipil yang telah ada selama ini.

"Saya juga mengapresiasi dan berterima kasih, karena dalam pemilihan rektor kali ini telah diberikan kesempatan pula untuk kalangan eksternal civitas akademika untuk turut berkompetisi," ujar Damriyasa.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Unhi Denpasar Prof Dr Phil I Ketut Ardhana mengingatkan agar rektor yang baru dilantik itu setidaknya mempunyai "roadmap" untuk satu tahun ke depan, terkait penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Mantapkan kegiatan yang terukur, terstruktur, berkaitan dengan manajemen, tata kelola, hingga mekanisme kerja di perguruan tinggi ini," ucapnya.

Ardhana pun menginginkan ke depan kerja sama Unhi Denpasar dapat diperluas dengan kalangan internasional, sejalan dengan upaya untuk mewujudkan visi kampus setempat.

"Demikian pula untuk hasil penelitian, jangan hanya ditaruh di rak. Tetapi harus diterbitkan dalam bentuk buku maupun berbagai jurnal ilmiah," ujarnya.

Acara pelantikan Rektor Unhi Denpasar itu juga dihadiri oleh sejumlah tokoh diantaranya Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua PHDI Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana, Ketua MUDP Bali Jero Gede Suwena Putus Upadesha, perwakilan kampus se-Bali, dan undangan lainnya.

Damriyasa, akademisi asal Banjar Rendang Tengah, Karangasem itu sebelumnya terpilih menjadi Rektor Unhi setelah bertarung melawan tiga kandidat lainnya dari internal Unhi Denpasar yakni Prof Dr Ida Bagus Gede Yudha Triguna MS, Prof Dr I Putu Gelgel SH MHum, dan Dr I Wayan Muka ST MT. (*)

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018