Karangasem (Antaranews Bali) - Wakil Presiden Jusuf Kalla memantau kesiapan logistik para pengungsi Gunung Agung di Posko Komando Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali, Sabtu siang.

Pantauan Antara, orang nomor dua di Indonesia itu tiba dengan rombongan 30 mobil, tiba Pukul 10.30 Wita dengan pengawalan super ketat oleh pasukan pengamanan presiden (paspampres) saat turun dari kendaraan itu.

Jusuf Kalla yang mengenakan baju kemeja berwarna krem dan celana hitam yang senada dan rapi itu turut didampingi Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak beserta segenap jajaran BPBD Bali dan relawan PMI Bali untuk berkeliling melihat situasi logistik yang ada di Pos Komando tersebut.

Sempat terdengar beberapa pertanyaan dari Ketua PMI itu bagaimana kecukupan logistik untuk para pengungsi yang tersebar h di Kabupaten Karangasem.

Diantara tumpukan logistik yang terkumpul di Posko Komando tersebut, Jusuf Kalla tampak sesekali melihat tumpukan mie instan yang cukup banyak tersebut dan juga bertanya kepada petugas apa isi tumpukan yang berbentuk besar di posko logistik itu.

"Ini apa ya?," kata Jusuf Kalla. Salah seorang petugas menjawab bahwa itu tumpukan kasur untuk pengungsi yang masih disimpan di posko logistik itu.

Setelah melihat ketersediaan logistik pengungsi, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri sempat mengajak Wapres Jusuf Kalla melihat kondisi Dermaga Tanah Ampo yang lokasinya tidak jauh dari Pos Komando itu.

Setelah meninjau Dermaga Tanah Ampo, Wapres sempat berfoto bersama dengan para relawan PMI Bali dan anak-anak pramuka yang menyambut kedatangannya di Pos Komando itu. Bersama rombongan, Jusuf Kalla langsung masuk ke dalam bus Pada Pukul 11.30 Wita.

Rombangan Wapres itu, langsung bertandang menuju Posko Pengungsi UPT Dinas Pertanian dan Holtikultura, Desa Rendang, Karangarem untuk melihat bagaimana kondisi para pengungsi di tempat itu. (WDY)

Pewarta: I Made Surya

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017