Negara, (Antara Bali) - Bupati Jembrana, Bali, I Putu Artha meminta sekolah di wilayahnya yang mengalami kerusakan untuk mengutamakan fasilitas ruang belajar (kelas) untuk murid.

"Kalau ada ruang lain, termasuk kantor guru atau kepala sekolah yang bisa dimanfaatkan sementara waktu untuk ruang kelas, gunakan saja," katanya di Negara, Jumat.

Ia mengemukakan hal itu saat memantau kondisi terkini ruang kelas SD Negeri 2 Lelateng, Kecamatan Negara, yang atapnya ambruk pada beberapa waktu lalu.

Menurut dia, murid harus mendapatkan prioritas, sementara guru bisa mengalah demi masa depan anak didiknya.

Ia mengatakan, sekolah adalah tempat mencari ilmu, sehingga dalam kondisi darurat seperti di SD Negeri 2 Lelateng, maka proses mencari ilmu harus diutamakan.

Beberapa waktu lalu, atap ruang kelas SDN Negeri 2 Lelateng ambruk, diduga karena faktor bangunan yang sudah rapuh dimakan usia.

Korban jiwa dalam peristiwa saat jam belajar mengajar ini bisa dihindari, berkat kejelian Kepala Sekolah SD Negeri 2 Lelateng I Nengah Edi Mertha yang memindahkan murid-murid di kelas tersebut pada tiga hari sebelumnya.

Pihaknya curiga dan khawatir, setelah melihat atap gedung melengkung serta kacanya pecah, sesaat setelah hujan lebat.

Selain SD Negeri 2 Lelateng, Artha juga mengunjungi SD Negeri 3 Pendem, dengan pesan yang sama untuk mengutamakan ruang belajar.

"Bagi sekolah-sekolah yang memiliki ruang rapat kemudian kekurangan ruang kelas, ruang rapat tersebut bisa digunakan. Kalau rapat kan tidak setiap hari, sementara kebutuhan proses belajar mengajar setiap hari," katanya. (gbi)

Pewarta: Pewarta: Gembong Ismadi

Editor : I Made Andi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017