Denpasar (Antara Bali) - Otoritas Jasa Keuangan mencatat sebanyak 79 bank di Bali mengelola simpanan pelajar (Simpel) dengan total saldo mencapai Rp53,9 miliar tahun 2016 yang diharapkan meningkatkan edukasi menabung sejak dini kepada generasi muda.

"Kami melihat semangat lembaga jasa keuangan untuk sosialisasi ke level masyarakat sejak SD sampai SMA itu sangat tinggi," kata Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Zulmi di Denpasar, Senin.

Tahun ini diharapkan lebih banyak perbankan di Bali dengan memperluas cakupan ke seluruh Pulau Dewata agar program Simpel itu merata menyasar para pelajar.

Hal itu sebagai salah satu cara mendidik dan membiasakan anak-anak menabung sejak kecil karena memiliki dampak jangka panjang.

Selama tahun 2017, ia menargetkan 70 rekening Simpel terbit di Bali dan OJK optimistis target tersebut tercapai.

Mengingat tahun 2016, dari 50 ribu target rekening sudah tereasliasi 51 ribu rekening.

Zulmi lebih lanjut menuturkan bahwa hingga 31 Desember 2016, terdapat 79 bank terdiri dari 20 bank umum dan 59 BPR di Bali yang memberikan pelaporan program Simpel ke OJK.

Dari 79 bank itu, terdapat 33 bank yang melaporkan dengan program "Tabunganku", fiturnya sama atau mirip dengan program Simpel.

Meski demikian tidak semua bank menginformasikan jumalah sekolah yang mengikuti program Simpel.

"Dari 79 bank itu, 47 bank di antaranya tidak menginformasikan jumlah sekolah yang mengikuti program Simpel. Mereka hanya menginformasikan jumlah rekening dan saldonya," ucap Zulmi.

Berdasarkan data yang dilaporkan ke OJK, jumlah sekolah yang ikut Simpel hingga Desember 2016 mencapai 356 sekolah. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017