Denpasar (Antara Bali) - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Denpasar melaksanakan parade budaya dan prosesi "Melepas Matahari 2016" pada Sabtu (31/12) dimeriahkan dengan pawai Bhinneka Tunggal Ika dipusatkan di kawasan patung Catur Muka.

Koordinator kegiatan pawai, Nyoman Suarsa di Denpasar, Jumat mengatakan dalam prosesi "Melepas Matahari 2016" diawali dengan parade Marching Band dan dilanjutkan parade Bhinneka Tunggal Ika melibatkan 200 seniman Denpasar yang juga melibatkan sanggar tari, dari usia PAUD hingga dewasa.

Suarsa lebih lanjut mengatakan prosesi inagurasi dimulai sejak pagi dan pada sore harinya pukul 06.00 Wita akan digelar parade Bhinneka Tunggal Ika yang melibatkan enam jenis tarian.

Yakni tarian Bali, Betawi, Sulawesi dengan Tarian Piring, Kalimantan, Papua Tarian Berburu, dan Tarian Papakarena. Akhir penampilan akan dilakukan penyulutan api obor yang diletakan di empat titik Patung Catur Muka oleh Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara.

"Penyulutan api obor tersebut memberikan makna letupan semangat kepada masyarakat Kota Denpasar untuk menyongsong hari esok lebih baik lagi," ucapnya.

Selanjutnya, kata dia, penyulutan api obor diikuti dengan menghidupkan air mancur di sekeliling Patung Catur Muka yang juga memberikan makna kesejukan kepada warga masyarakat. Memberikan penampilan yang apik kepada masyarakat, disamping itu kostum parade juga telah disiapkan dengan baik bersama para seniman Denpasar.

Lewat keberagaman kostum ini juga memberikan sebuah makna keberagaman masyarakat Kota Denpasar secara bersama-sama menyongsong semangat hari esok lebih baik lagi.

"Saya mengharapkan penampilan parade tersebut dapat memberikan suguhan kreativitas kepada masyarakat serta tak terlepas dari makna kebersamaan antara pemerintah dan warga masyarakat dalam mewujudkan pembangunan di Kota Denpasar," katanya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Komang Suparta

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016