Denpasar (Antara Bali) - Gempa bumi berkekuatan 6,6 skala Richter (SR) yang berpusat 165 kilometer barat laut Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuat panik warga Denpasar, Bali, yang tengah tertidur, Jumat dinihari.

Gempa berdurasi sekitar satu menit itu membuat warga berhamburan keluar rumah. Mereka panik oleh getaran gempa yang terasa begitu keras.

Warga pun berkumpul di halaman rumah masing-masing dan menghindari berada di sekitar bangunan rumah.

"Kami langsung bergegas keluar rumah ketika merasakan getaran yang begitu hebat. Almari dan benda-benda yang ada di dalam kamar bergetar hebat dan terlihat hampir jatuh," kata Gusti Jordan, salah seorang warga Denpasar.

Setelah berada di luar rumah, dia bersama anggota keluarganya memilih berdiam di halaman rumah yang terbuka.

"Kami berada di luar rumah cukup lama karena takut terjadi gempa susulan. Setelah dirasakan cukup aman akhirnya kami pun kembali ke dalam rumah," ujarnya.

Menurut Jordan, setelah berada di dalam rumah pun dia dan anggota keluarganya tidak bisa melanjutkan tidur, karena kepala terasa pusing akibat getaran gempa.

Namun rupanya tidak semua warga menyadari terjadinya gempa pada posisi 7.12 LS 116.85 BT itu. Sebab, banyak juga warga yang tetap tertidur lelap dan tidak menyadari peristiwa alam tersebut.

Kepanikan tidak dirasakan oleh warga Denpasar saja, tetapi juga wisatawan yang sedang menginap di berbagai kawasan wisata yang ada di Pulau Dewata, seperti Kuta dan Nusa Dua.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, pusat gempa berada pada 7.12 LS 116.85 BT atau 165 kilometer Barat Laut Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.

Selain Bali, gempa itu juga menggetarkan wilayah Sumbawa dan sejumlah kawasan di Jawa Timur.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026