Denpasar (Antara Bali) - Seorang guru besar Universitas Udayana Prof Dr dr AA Raka Sudewi, SpSK menyangsikan keberhasilan jajaran Pemerintah Provinsi Bali mewujudkan program bebas rabies pada 2012.

Walaupun pemberantasan rabies mendapat dukungan masyarakat, namun agak sulit bisa secepatnya membebaskan Pulau Dewata dari ancaman penyakit tersebut, katanya di Denpasar, Kamis.

"Daerah yang bisa dinyatakan bebas rabies sesuai panduan dari Kementerian Kesehatan RI maupun organisasi kesehatan dunia (WHO), jika selama dua tahun berturut-turut kasus rabiesnya nihil," kata Prof Raka Sudewi yang juga Direktur Program Pascasarjana Unud.

Ketika tampil sebagai salah seorang pembicara utama dalam sarasehan yang digelar PWI Cabang Bali serangkaian Hari Pers Nasional dan HUT PWI itu, ia mengatakan, selama dua bulan, Januari dan Februari 2011 di RSUP Sanglah, Denpasar, tercatat tujuh orang meninggal dunia akibat rabies.

Kondisi tersebut menurun 50 persen dibanding bulan-bulan pada tahun 2010, karena setiap bulan pada tahun lalu tercatat enam hingga tujuh korban meninggal akibat penyakit anjing gila.

Sementara data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali gigitan anjing pada manusia selama 2008 tercatat 20,013 kasus mengakibatkan 122 orang meninggal meningkat menjadi 45.466 gigitan menyebabkan 125 orang meninggal pada tahun 2009. Sedangkan gigitan pada 2010 tercatat 45.000 mengakibatkan 110 orang meninggal.

Prof Raka Sudewi yang juga ketua tim penanggulangan rabies RSUP Sanglah Denpasar menambahkan, tujuh kasus korban tewas akibat rabies selama dua bulan pertama 2011 hanya yang ditangani RSUP Sanglah saja.

Delapan rumah sakit kabupaten di Bali dalam waktu yang sama tidak tertutup kemungkinan menangani pasien akibat gigitan anjing, sehingga secara keseluruhan di Bali jumlahnya akan menjadi lebih besar.

Oleh sebab itu untuk menjadikan Bali bebas rabies 2012, sangat sulit bisa direalisasi, karena dua tahun sebelumnya harus bebas dari kasus rabies.

Meskipun demikian  untuk menjadikan Bali bebas rabies mulai adanya "lampu hijau", karena kasus rabies dalam dua bulan pertama 2011 sudah menurun 50 persen.

Kondisi demikian diharapkan dapat ditingkatkan dengan mendapat dukungan peranserta seluruh masyarakat serta kesungguhan Pemprov Bali dalam menangani rabies secara tuntas.

Ketua PWI Bali Bagus Ngurah Rai berharap rumusan sarasehan rabies tersebut dapat menjadi masukan sebagai sumbangan pemikiran kepada pemerintah Provinsi Bali dalam mengentaskan penyakit yang membahayakan itu.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026