Gianyar (Antara Bali) - Tim Bali Devata berhasil menaklukkan Persebaya 1927 dengan skor 2-1 pada Liga Primer Indonesia di Stadion Kapten Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali, Minggu petang.

Sejak mulai pertandingan, kedua tim sepak bola sama-sama gencar melakukan serangan, namun akibat pelanggaran bola tangan dari pemain Persebaya John Tarkpor di daerah terlarang, sehingga terjadi tendangan pinalti oleh Bali Devata.

Berkat tendangan Ilja Spasojevic tersebut mampu membobol gawang Persebaya 1927 yang dijaga Endra Prasetya pada menit 35.

Tim Bali Devata kembali mampu membobol gawang Persebaya berkat kepiawaian Ilja Spasojevic menerima umpan dari pemain tengah Jeno Wiliantara pada menit 44, sehingga kedudukan 2-0.

Tidak lama kemudian akibat pergumulan bola di mulut gawang Bali Devata, pemain Tezar Ari Aksara menyentuh bola tangan. sehingga terjadi tendangan pinalti oleh Persebaya 1927.

Melalui tendangan Made Wirahadi, Persebaya mampu membobol gawang tuan rumah Bali Devata yang dijaga Ngurah Komang Arya pada menit 45. Sehingga skor permainan berubah menjadi 2-1.

Sejak awal pertandingan sudah mulai terjadi pelanggaran di antara kedua kesebelasan, yaitu pada menit 10 pelanggaran berat dilakukan pemain Bali Devata, Jun Hen Bok.

Dengan pelanggaran yang dilakukan Jun Hen Bok, wasit  Hery Kustanto langsung memberikan kartu merah.

Bahkan sporter Bali Devata tampak tidak terima dengan keputusan wasit asal Sleman, Yogyakarta itu atas keputusan memberikan kartu merah tersebut.

Akibatnya, sporter Bali Devata melampiaskan kemarahan dengan melemparkan botol bekas minuman ke lapangan. Namun berkat kesigapan aparat kepolisian tindakan tersebut tidak sampai mengganggu jalannya pertandingan.

Usai turun minum, kubu kedua kesebelasan berupaya membangun serangan ke gawang lawan. Namun karena kecekatan penjaga gawang kedua tim, hampir setiap bola datang dapat dikuasai.

Pada babak kedua tersebut, bahkan beberapa kali memberikan peluang pada tuan rumah untuk memasukkan gol, namun kandas oleh kecekatan penjaga gawang Persebaya 1927.

Serangan tim kesebelasan di bawah asuhan pelatih Aji Santoso itu bertubi-tubi, namun berkat kekompakan tim Bali Devata mampu membendung serangan tersebut. Hingga peluit panjang, kedudukan tidak berubah tetap 2-1.

Seusai pertandingan, pelatih Persebaya 1927 Aji Santosa mengaku puas anak didiknya mampu tampil prima, walau akhirnya kalah dari tuan rumah yang unggul satu skor.

"Kemenangan Bali Devata itu keberuntungan saja. Tim kami memiliki puluhan peluang untuk mencetak gol, tetapi belum beruntung. Meski begitu kami merasa puas bermain di sini. Anak-anak sudah bermain sesuai strategi secara maksimal," katanya.

Bali Devata dijadwalkan kembali menjadi tuan rumah menghadapi Solo FC pada Senin, 7 Maret mendatang.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026